MUKOMUKO, BeritaTKP.com — Penemuan sesosok mayat di perairan Desa Lubuk Sanai, Kecamatan Koto Jaya, Kabupaten Mukomuko, Bengkulu, dipastikan tidak berkaitan dengan Surakman, salah satu awak kapal yang membawa rombongan jurnalis dan sebelumnya ditemukan di Pulau Enggano.

Basarnas Bengkulu memastikan jasad yang ditemukan di Pantai Lubuk Sanai merupakan korban lain. Setelah proses identifikasi, korban diketahui bernama Endar Permana, siswa kelas II SMA asal Desa Ranah Karya, Kecamatan Lubuk Pinang, Bengkulu.

Ditemukan Warga, Dievakuasi ke Rumah Sakit

Penemuan mayat tersebut dilaporkan masyarakat kepada Basarnas Bengkulu pada Kamis (24/9/2026) sekitar pukul 08.20 WIB.

Kepala Basarnas Bengkulu Muslikun Sodik membenarkan adanya penemuan tersebut. Jasad kemudian dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Mukomuko untuk proses pemeriksaan.

Humas Basarnas Bengkulu, Mega, mengatakan kondisi jasad saat ditemukan masih dapat dikenali sehingga proses identifikasi dapat dilakukan.

Dari pemeriksaan awal, korban diketahui mengenakan celana jins berwarna biru keabu-abuan, ikat pinggang dan kalung rantai. Terdapat pula tato pada tubuh korban.

Setelah proses identifikasi, korban dipastikan bernama Endar Permana.

Sementara penyebab kematian Endar masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.

Basarnas Tegaskan Bukan Surakman

Penemuan mayat di Mukomuko sempat menimbulkan pertanyaan apakah korban merupakan bagian dari rombongan jurnalis yang hilang kontak di Perairan Selat Sunda.

Namun, Basarnas Bengkulu memastikan hal tersebut tidak berkaitan.

Mega menjelaskan lokasi penemuan Endar di Pantai Lubuk Sanai berada sangat jauh dari lokasi ditemukannya jasad Surakman di Pulau Enggano.

“Jarak dari Enggano ke Pantai Lubuk Sanai sekitar 185 nautical mile atau sekitar 350 kilometer,” kata Mega.

Dengan jarak tersebut, Basarnas memastikan jasad yang ditemukan di Mukomuko bukan Surakman dan tidak terkait dengan rombongan jurnalis yang hilang.

Jasad Surakman Sudah Teridentifikasi

Sebelumnya, Basarnas Bengkulu menerima laporan penemuan mayat tanpa identitas di kawasan pesisir Sawang Bengkok, Desa Khayapu, Pulau Enggano, pada Sabtu (12/9/2026).

Jasad tersebut kemudian dievakuasi menggunakan pesawat Susi Air dari Bandara Enggano menuju Bandara Fatmawati Soekarno pada Senin (14/9/2026).

Jenazah kemudian menjalani pemeriksaan untuk memastikan identitas serta penyebab kematian.

Berdasarkan keterangan Polda Banten, hasil pencocokan DNA dengan sampel antemortem menunjukkan jasad yang ditemukan di Pulau Enggano identik dengan Surakman (60).

Surakman diketahui merupakan salah satu kru kapal cepat KM Arupadatu I, kapal yang membawa rombongan jurnalis sebelum dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda sejak Senin (7/9/2026).

Sementara itu, penemuan mayat di Pantai Lubuk Sanai merupakan kasus berbeda dan korban telah diketahui sebagai Endar Permana.(æ/red)