Surabaya, BeritaTKP.com –Seorang warga asal Desa Kuncup, Kecamatan Pucuk, Lamongan tewas di depan mata istri dan anaknya sendiri setelah di jambret di Jl. Kupang Jaya, Surabaya, pada Minggu (10/10) sekitar pukul 22.30 wib.
Ia tewas setelah istri yang dia bonceng dijambret. Yoga, salah satu saksi mata yang melihat kejadian itu langsung berusaha untuk memberikan pertolongan dan membawanya ke RS William Booth, namun sayang, usaha Yoga ditolak oleh pihak rumah sakit.
“Melihat korban mengalami luka parah, kami membawanya ke RS William Booth, namun oleh pihak rumah sakit ditolak dan diarahkan untuk dibawa ke RSAL dr Ramelan,” ungkap saksi Yoga.
Saksi menambahkan, sesaat tiba di RSAL dr Ramelan, namun saat tiba disana nyawa korban tidak dapat tertolong..
”Sesampainya di RSAL dr Ramelan, korban sempat mendapat pertolongan dari dokter, namun nyawanya tidak dapat tertolong,” lanjut saksi.
Sementara Ali sebagai saksi yang berada dilokasi kejadian menambahkan, dirinya mendengar ada suara benturan yang cukup keras dan suara teriakan minta tolong sambil meneriaki jambret.
“Kami sedang menutup warung, lalu kami dengar suara motor jatuh dan suara teriakan jambret dari istri korban. Saat saya datangi dengan teman saya korban sudah tergeletak dan kondisinya cukup parah,” ujarnya.
Saksi mengatakan lebih lanjut, korban mengendarai motor Honda Beat putih bernopol S 4478 JAU. Saat itu korban berboncengan dengan istri dan anak perempuannya yang masih kecil. Ia juga sempat melihat bahwa pelaku menggunakan sepeda motor kopling dengan berboncengan bersama temannya.
“Korban dari arah barat, Tasnya ditarik oleh pelaku hingga terjatuh. Pelaku menggunakan motor kopling dan berboncengan dengan dua orang. Kasian juga sama anaknya, dia mengalami luka di keningnya,” ujarnya lebih lanjut.
Ali juga mengungkapkan, bahwa dalam beberapa bulan terakhir di lokasi tersebut sudah tiga kali terjadi aksi penjambretan.” Sekitar sebulan ini, sudah ada tiga kali terjadi aksi penjambretan disini” pungkasnya. (RED)





