BUTON TENGAH, BeritaTKP– Fenomena tak biasa terjadi di pesisir Desa Talaga Besar, Kecamatan Talaga Raya, Kabupaten Buton Tengah, Sulawesi Tenggara. Ribuan ubur-ubur berwarna merah muda terlihat memenuhi tepian pantai hingga membuat warga penasaran.

Kemunculan ubur-ubur dalam jumlah besar itu terjadi pada Selasa (1/9/2026). Fenomena tersebut kemudian direkam warga dan videonya beredar di media sosial.

Dalam rekaman, ubur-ubur tampak tersebar di sepanjang kawasan pesisir. Warga pun berdatangan untuk melihat langsung fenomena yang sebenarnya bukan hal asing bagi masyarakat setempat, tetapi kali ini jumlahnya terlihat jauh lebih banyak dan sampai terdampar di pantai.

Sudah Jadi Fenomena Musiman

Salah seorang warga, Ega Yatri, mengatakan kemunculan ubur-ubur biasanya terjadi sekitar Agustus. Namun, menurutnya, kondisi kali ini berbeda karena banyak ubur-ubur yang terbawa hingga ke tepian.

Warga setempat disebut sudah mengenal musim kemunculan ubur-ubur tersebut sejak lama. Saat masih berada di perairan, keberadaannya dianggap sebagai fenomena yang biasa.

Sebagian warga bahkan mengumpulkan ubur-ubur yang terdampar untuk kemudian dijual ke wilayah Dongkala, Kecamatan Pasarwajo, Kabupaten Buton.

BMKG Ungkap Dugaan Penyebab

Fenomena ribuan ubur-ubur tersebut turut mendapat perhatian dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Kepala Stasiun Meteorologi Betoambari Baubau, Adi Istiyono, menduga perubahan suhu permukaan laut menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi pergerakan ubur-ubur.

Menurutnya, kondisi laut dan cuaca dapat memengaruhi keberadaan organisme laut tersebut hingga bergerak lebih dekat ke wilayah pesisir.

Sejumlah faktor seperti angin, gelombang, arus laut, suhu permukaan laut, curah hujan, serta kondisi pasang surut juga dapat berpengaruh terhadap pergerakan ubur-ubur.

Namun, BMKG menegaskan bahwa warna merah muda pada tubuh ubur-ubur tidak serta-merta disebabkan oleh perubahan cuaca. Warna tersebut dapat menjadi karakteristik alami dari jenis ubur-ubur tertentu.

Warga Diminta Tidak Terpengaruh Hoaks

BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang menyikapi fenomena ribuan ubur-ubur yang muncul di pesisir Buton Tengah.

Masyarakat juga diminta tidak langsung mempercayai informasi yang belum terverifikasi mengenai penyebab fenomena tersebut.

Kemunculan ubur-ubur dalam jumlah besar perlu dilihat berdasarkan kondisi laut, cuaca, dan faktor lingkungan secara menyeluruh. Fenomena tersebut tidak otomatis menunjukkan adanya kondisi berbahaya.

Hingga kini, dugaan perubahan suhu laut menjadi salah satu faktor yang disampaikan BMKG, sementara fenomena kemunculan ubur-ubur sendiri diketahui memang dapat terjadi secara musiman di kawasan tersebut.(æ/red)