SIDOARJO, BeritaTKP – Kasus dugaan keracunan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sidoarjo masih menyisakan sejumlah pasien yang harus menjalani perawatan.
Hingga Rabu (2/9/2026), sebanyak lima pasien masih dirawat di RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo. Sebelumnya, rumah sakit tersebut menangani total 339 pasien yang mengalami keluhan kesehatan setelah menyantap menu MBG.
Plt Direktur RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo, dr. Prima Dessy Kusuma Rakhmawati, mengatakan keluhan yang paling banyak dirasakan pasien antara lain mual, pusing, dan diare.
Menurutnya, tim medis memprioritaskan pemenuhan cairan tubuh pasien untuk mencegah kondisi semakin memburuk. Pasien yang mengalami mual juga mendapatkan obat sesuai kebutuhan medis.
“Keluhan terbanyak mual, pusing, diare. Jadi fokus kami rehidrasi yaitu cairannya dipastikan cukup, kemudian ada injeksi obat-obatan anti mual,” ujar Prima saat ditemui di RSUD R.T. Notopuro, Rabu (2/9/2026).
Sebagian Besar Pasien Sudah Pulang
Setelah mendapatkan penanganan medis, pasien menjalani observasi untuk memastikan kondisi mereka stabil.
Pasien yang kondisinya sudah membaik diperbolehkan pulang. Sementara mereka yang masih membutuhkan pemantauan lebih lanjut harus menjalani rawat inap.
“Dari kami 339, yang masih di sini ada lima pasien. Semuanya sudah pulang,” kata Prima.
Dengan demikian, sebagian besar pasien yang sebelumnya mendapatkan penanganan di RSUD R.T. Notopuro telah diperbolehkan kembali ke rumah.
Ratusan Santri Mengeluh Usai Santap MBG
Kasus ini bermula pada Selasa (1/9/2026), ketika ratusan santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, mengalami sejumlah keluhan kesehatan setelah menyantap makanan program MBG.
Menu yang disantap para santri saat itu terdiri dari nasi putih, telur orak-arik, tempe bumbu Bali, tumis buncis baby corn, dan buah apel.
Keluhan mulai muncul setelah waktu Maghrib. Sejumlah santri mengalami pusing, mual, lemas hingga diare.
Kondisi tersebut membuat para santri kemudian dievakuasi untuk mendapatkan pemeriksaan dan perawatan medis.
Penanganan dilakukan di sejumlah fasilitas kesehatan. Total terdapat delapan rumah sakit yang menjadi lokasi rujukan pasien.
Pihak Pondok Pesantren Manbaul Hikam sebelumnya juga menegaskan bahwa makanan MBG yang dikonsumsi para santri tersebut tidak diolah di lingkungan pondok pesantren.
Hingga kini, penanganan medis terhadap pasien terus dilakukan, sementara dugaan penyebab munculnya keluhan kesehatan tersebut masih menjadi perhatian pihak terkait.(æ/red)





