Madiun, BeritaTKP.com – Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Magetan menyatakan komitmennya untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat setelah terjadi bentrokan antara massa pesilat dan aparat kepolisian di Kota Madiun.
Kapolres Magetan AKBP Raden Erik Bangun Prakasa menyampaikan bahwa koordinator lapangan PSHT Magetan telah berkomitmen untuk tidak melakukan pengerahan massa dan memilih menjaga situasi tetap kondusif.
Menurut Erik, sikap tersebut menunjukkan upaya menjaga persaudaraan serta menghindari hal-hal yang dapat memicu gangguan keamanan. Ia juga mengapresiasi langkah PSHT Magetan yang memilih menahan diri dan tidak terprovokasi.
“Kami memberikan apresiasi kepada rekan-rekan Korlap PSHT Magetan yang telah menunjukkan sikap ksatria. PSHT Magetan mengedepankan persaudaraan dalam menjaga situasi tetap aman dan kondusif,” ujar Erik.
Sebelumnya, bentrokan antara massa pesilat dan aparat kepolisian terjadi di Jalan Merak, Kota Madiun, pada Selasa (22/9/2026) pagi. Insiden tersebut melibatkan massa yang hendak menuju Padepokan Pusat PSHT menjelang agenda Parapatan Luhur (Parluh).
Kasi Humas Polres Madiun Kota Ipda Aris Yunandi menyebut situasi di lokasi telah kembali terkendali setelah dilakukan penanganan oleh aparat.
PSHT Magetan menegaskan akan terus menjaga komunikasi dan mengutamakan sikap saling menghormati agar kondisi keamanan di wilayah Magetan tetap aman serta tidak terpengaruh oleh kejadian di daerah lain.(æ/red)





