
SURABAYA, BeritaTKP.com – Polisi meminta masyarakat segera melapor apabila mengetahui atau mengalami dugaan pelecehan seksual dengan modus pembuatan konten menggunakan boneka yang ramai diperbincangkan di kawasan Jalan Tunjungan, Surabaya.
Kasatres PPA dan PPO Polrestabes Surabaya AKBP Melatisari mengatakan pihaknya masih melakukan pengecekan dan penelusuran terkait informasi yang beredar di media sosial.
“Kami cek lagi (untuk penyelidikan),” ujar Melatisari saat dikonfirmasi, Senin (21/9/2026).
Polisi juga mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap berbagai perilaku yang berpotensi mengarah pada kekerasan atau pelecehan seksual.
“Lebih jaga diri dan lingkungan sekitar, serta tingkatkan kewaspadaan terhadap setiap bentuk perilaku yang mengarah pada kekerasan atau pelecehan seksual,” kata Melatisari.
Selain itu, masyarakat yang mengetahui adanya dugaan kejadian serupa diminta segera membuat laporan agar dapat ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian.
“Laporkan jika mengetahui hal tersebut,” pungkasnya.
Dugaan Modus Konten Boneka Viral
Sebelumnya, dugaan pelecehan dengan modus pembuatan konten pemberian boneka di Jalan Tunjungan menjadi perhatian setelah ramai dibahas di media sosial.
Seorang perempuan berinisial ASN mengaku pernah diajak membuat konten tersebut pada 5 Agustus 2026 saat sedang berjalan bersama temannya.
Menurut pengakuannya, dua pria menghampiri mereka dan menawarkan pembuatan video singkat dengan konsep pemberian boneka. Awalnya, ASN menolak, namun temannya akhirnya mengikuti ajakan tersebut karena merasa tidak enak.
Dalam proses pembuatan video, ASN menyebut mereka diminta melakukan beberapa adegan seperti tos, menerima boneka, melihat bagian tertentu dari boneka, memegang bagian boneka, tertawa, serta saling melempar boneka.
Polisi hingga kini masih melakukan penelusuran terhadap informasi tersebut dan mengharapkan adanya laporan dari masyarakat apabila memiliki informasi terkait kejadian.(æ/red)





