MEDAN, BeritaTKP — Pelarian DH (42), pria yang diduga menyamar sebagai anggota kepolisian untuk melakukan aksi kejahatan di Medan, akhirnya berakhir. Polisi menangkap DH bersama dua orang yang diduga terlibat sebagai penadah barang hasil kejahatan.

Penangkapan dilakukan pada Selasa (18/8/2026) dini hari. Selain DH, polisi turut mengamankan LM (45) dan RH (24) yang diduga memiliki peran dalam menjual serta menerima barang curian.

Kasus ini terungkap setelah keluarga korban membuat laporan ke Polrestabes Medan. Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (13/8/2026) malam di sebuah bangunan kosong di Jalan Amal, Kelurahan Sei Sikambing B, Kecamatan Medan Sunggal.

Berdasarkan hasil penyelidikan, DH awalnya menghentikan korban yang sedang berboncengan sepeda motor dengan seorang pria. Pelaku kemudian berpura-pura menanyakan arah menuju PDAM Tirtanadi.

Setelah itu, DH mengaku sebagai anggota polisi dan mulai memeriksa korban dengan dalih mengecek kelengkapan kendaraan. Pelaku diduga menggunakan identitas palsu tersebut untuk menakut-nakuti korban sebelum melakukan tindak kekerasan seksual dan mengambil telepon seluler milik korban.

Polisi kemudian melakukan pelacakan terhadap ponsel korban yang dibawa pelaku. Dari hasil penelusuran, keberadaan perangkat tersebut mengarah ke wilayah Dusun V Purwodadi, Jalan Pardede, Gang Flamboyan.

Di lokasi tersebut, petugas mengamankan RH yang diduga menjadi pihak pertama yang menerima barang hasil rampasan.

Dari pemeriksaan RH, polisi kemudian melakukan pengembangan dan menangkap LM di kawasan Perumahan Mutiara Biru, Desa Kolam, Kecamatan Percut Sei Tuan. LM diduga berperan menjual barang yang diperoleh dari aksi kejahatan tersebut.

Dalam pengembangan berikutnya, polisi mengetahui bahwa LM merupakan istri DH. Petugas kemudian memperoleh informasi bahwa DH bersembunyi di rumah istri pertamanya.

Tim kepolisian langsung mendatangi lokasi tersebut dan berhasil mengamankan DH tanpa perlawanan.

Saat ini ketiga tersangka telah diamankan di Mapolrestabes Medan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Polisi masih melakukan penyidikan guna mengungkap kemungkinan adanya aksi lain yang dilakukan oleh para pelaku.(æ/red)