SURABAYA, BeritaTKP – Keamanan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah hukum Kota Surabaya kembali tercoreng oleh aksi arogansi jalanan. Bentrokan fisik berskala besar yang melibatkan dua kelompok oknum anggota perguruan pencak silat pecah di kawasan padat penduduk Jalan Kalijudan, Kecamatan Mulyorejo, Surabaya.
Insiden saling serang di tengah pemukiman warga ini mengakibatkan satu orang pemuda menderita luka-luka serius hingga harus dievakuasi secara darurat ke rumah sakit terdekat akibat pendarahan hebat.
Kronologi Suara Gemuruh Tengah Malam di Pemukiman
Berdasarkan kesaksian warga di lokasi kejadian, peristiwa mencekam ini terjadi pada Rabu dini hari, 17 Juni 2026, sekitar pukul 00.30 WIB. Runtunan kronologis pecahnya pertikaian tersebut meliputi:
- Massa Konvoi Kelompok Silat: Bentrokan ini diduga kuat dipicu oleh adanya aktivitas konvoi massal di jalanan protokol yang digelar oleh salah satu perguruan silat pasca-menghadiri agenda acara pengesahan anggota baru.
- Gema Suara Gemuruh (00.00 WIB): Dinamika ketegangan mulai dirasakan warga saat hendak beristirahat malam. Terdengar suara gemuruh langkah kaki serta teriakan histeris dari puluhan pemuda yang berlarian merangsek masuk ke dalam gang pemukiman.
- Aksi Saling Serang di Gang Padat (00.30 WIB): Konflik horizontal pecah secara masif di titik koordinat Kalijudan Gang 10, Gang 12, dan Gang 14. Dua kelompok pemuda bersenjata tersebut terlibat aksi saling serang, melempar benda tumpul, dan baku hantam di area jalan perkampungan.
Identitas Korban Luka dan Kesaksian Warga Setempat
Aksi brutal ini seketika memicu ketakutan luar biasa bagi warga sekitar yang memilih mengunci rapat pintu rumah mereka. Salah seorang saksi mata, Agus (42), membeberkan kengerian saat dirinya mencoba mengintip ke luar jendela rumah guna memastikan situasi.
Kesaksian Agus di Lokasi Kejadian:
“Saat mendengar ada suara gemuruh orang berlarian, saya penasaran dan mencoba mengecek ke luar rumah. Saat itu, situasi sudah kacau, ada dua kelompok pemuda yang saling serang di dalam gang. Saya melihat jelas ada salah seorang korban berinisial YD yang sudah dalam kondisi bersimbah darah akibat luka-luka di tubuhnya. Korban langsung dilarikan ke rumah sakit oleh warga lain,” ungkap Agus pada Rabu pagi.
Langkah Pengamanan dan Antisipasi Polres Tabes Surabaya
Hingga berita ini diturunkan, aparat kepolisian jajaran Polsek Mulyorejo dibantu Tim Resmob Polrestabes Surabaya dilaporkan telah diterjunkan ke TKP guna membubarkan massa, mensterilisasi area konflik, serta melakukan penjagaan ketat di sekitar perimeter Kalijudan untuk mengantisipasi adanya aksi bentrokan susulan.
Petugas Unit Reskrim kini tengah mengumpulkan sejumlah alat bukti, meminta keterangan saksi-saksi kunci, serta memburu para aktor intelektual di balik pergerakan massa pesilat yang kerap memicu keresahan publik di wilayah Surabaya Timur tersebut.(æ/red)





