SUKABUMI, BeritaTKP.com — Bentrokan antar dua kelompok organisasi kemasyarakatan (ormas) terjadi di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, setelah upaya mediasi yang dilakukan kedua pihak tidak menemukan kesepakatan. Peristiwa tersebut berujung pada aksi kekerasan menggunakan senjata tajam hingga menyebabkan sejumlah orang mengalami luka-luka.
Kejadian bermula saat kedua kelompok bertemu untuk menyelesaikan persoalan yang sebelumnya terjadi. Namun, pertemuan yang awalnya bertujuan mencari jalan tengah justru memanas setelah terjadi perdebatan hingga berujung aksi saling serang.
Kasi Humas Polres Sukabumi Kota Ipda Ade Ruli mengatakan, kedua pihak sebelumnya telah sepakat melakukan pertemuan untuk menyelesaikan masalah. Namun, proses mediasi tidak berjalan sesuai harapan.
“Para pelaku dan korban sebelumnya sempat berjanji akan menyelesaikan suatu permasalahan. Namun, saat pertemuan berlangsung, tidak ada titik temu hingga terjadi cekcok mulut dan berujung aksi saling bacok,” ujarnya.
Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (22/9/2026) sekitar pukul 17.00 WIB di kawasan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi. Polisi kemudian mengamankan lima orang yang diduga terlibat dalam kejadian tersebut.
Kasus ini berawal beberapa hari sebelumnya, tepatnya Sabtu (19/9/2026). Saat itu, seorang pria berinisial R disebut sempat diberhentikan oleh seseorang berinisial A alias J di pangkalan ojek PT Pratama.
Setelah kejadian tersebut, R kemudian dihubungi oleh pihak lain berinisial H untuk membahas persoalan tersebut. Keduanya sepakat bertemu pada Selasa sore untuk menyelesaikan masalah.
Dalam pertemuan tersebut, pihak R datang bersama beberapa orang lainnya, sementara kelompok H juga hadir dengan sejumlah anggota. Namun, suasana pertemuan berubah setelah terjadi perbedaan pendapat yang memicu keributan.
Keributan kemudian berkembang menjadi aksi kekerasan fisik. Salah satu korban berinisial N (30) diduga melakukan pembacokan terhadap H (29) menggunakan senjata tajam jenis golok.
“Atas peristiwa tersebut, korban atau pelapor mengalami luka-luka akibat sabetan senjata tajam jenis golok,” kata Ade.
Polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mendalami peran masing-masing pihak dalam bentrokan tersebut serta mengungkap rangkaian kejadian secara lengkap.(æ/red)





