Papua, BeritaTKP.com – Tim SAR gabungan menemukan 13 bagian tubuh korban di lokasi ledakan bom sisa peninggalan Perang Dunia II di Kabupaten Biak Numfor, Papua Tengah. Temuan tersebut kemudian diserahkan kepada Tim DVI Polda Papua dan RSUD Biak untuk proses identifikasi lebih lanjut.
Kapolres Biak Numfor, AKBP Ari Trestiawan, menyampaikan bahwa proses pencarian masih terus dilakukan oleh tim gabungan. Pencarian dilakukan untuk menemukan korban lain yang hingga kini belum diketahui kondisi maupun keberadaannya.
Fokus pencarian saat ini berada di area Ring 2, terutama di kawasan pantai dan perairan sekitar lokasi ledakan. Area tersebut menjadi perhatian karena diduga masih memungkinkan ditemukan korban maupun material lain yang terdampak ledakan.
Sementara itu, area Ring 1 yang diduga menjadi titik utama sumber ledakan belum dinyatakan aman. Karena alasan keselamatan, petugas belum dapat melakukan pencarian secara maksimal di area tersebut.
Polisi menyebut proses sterilisasi dan pengamanan lokasi masih menjadi prioritas. Hal ini dilakukan untuk memastikan tidak ada potensi bahaya lanjutan dari sisa bahan peledak atau material berbahaya lain di sekitar lokasi kejadian.
Berdasarkan data terbaru, sebanyak 18 orang dilaporkan mengalami luka ringan akibat peristiwa tersebut. Dari jumlah itu, dua orang masih menjalani perawatan medis di RSUD Biak.
Selain korban luka, ledakan tersebut juga menyebabkan puluhan warga harus mengungsi. Tercatat sebanyak 56 warga mengungsi, terdiri dari 43 orang dewasa dan 13 balita.
Sebelumnya, lima korban meninggal dunia akibat ledakan bom tersebut telah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Sorido, Distrik Biak Kota, pada Senin, 1 Juni 2026.
Hingga kini, tim gabungan masih melakukan pencarian terhadap tiga korban lainnya. Petugas terus menyisir area yang dinilai aman sambil menunggu proses sterilisasi di sekitar titik utama ledakan.
Peristiwa ledakan bom sisa Perang Dunia II ini menjadi perhatian serius aparat dan pemerintah daerah. Selain berdampak pada korban jiwa dan luka-luka, kejadian tersebut juga membuat warga sekitar lokasi merasa khawatir terhadap kemungkinan adanya bahan peledak lain yang masih tertinggal.
Aparat mengimbau masyarakat untuk tidak mendekati lokasi kejadian selama proses pencarian dan sterilisasi berlangsung. Warga juga diminta segera melapor apabila menemukan benda mencurigakan yang diduga merupakan sisa bahan peledak.
Tim gabungan akan terus melanjutkan upaya pencarian, identifikasi korban, serta pengamanan area hingga lokasi dinyatakan aman bagi masyarakat.(æ/red)





