DELI SERDANG, BeritaTKP.com – Sebanyak 32 santri dan santriwati Pondok Pesantren Mazilah Darussalam diduga mengalami keracunan makanan setelah mengikuti peringatan Hari Santri Nasional di Kantor Bupati Deli Serdang, Sumatera Utara, Kamis (22/10/2026). Puluhan santri tersebut harus mendapatkan penanganan medis di tiga rumah sakit setelah mengalami keluhan kesehatan.
Pimpinan Pondok Pesantren Mazilah Darussalam, Ustaz Fahrul Yusuf, menceritakan bahwa rombongan pesantrennya berangkat menuju lokasi acara sejak pagi bersama perwakilan dari sekitar 70 pondok pesantren lainnya.
Berawal dari Makan Siang di Kantor Bupati
Fahrul mengatakan, rombongan berangkat sekitar pukul 06.00 WIB untuk mengikuti rangkaian kegiatan peringatan Hari Santri Nasional. Acara berlangsung lancar hingga para peserta menerima konsumsi makan siang yang disediakan Pemerintah Kabupaten Deli Serdang sekitar pukul 12.00 WIB.
Saat menyantap makanan, para santri belum merasakan adanya kejanggalan yang mengarah pada dugaan gangguan kesehatan.
Namun, menjelang waktu Magrib pada hari yang sama, sejumlah santri mulai mengeluhkan sakit perut dan rasa tidak nyaman pada tubuh mereka.
Awalnya, pihak pesantren belum menyadari bahwa keluhan tersebut dapat berkaitan dengan makanan yang dikonsumsi saat kegiatan berlangsung.
Puluhan Santri Ditemukan Lemas di Asrama
Kekhawatiran pengurus pesantren meningkat pada Jumat (23/10/2026) menjelang pagi. Saat waktu salat Subuh, tidak ada santri yang datang ke masjid untuk berjemaah seperti biasanya.
Pengurus kemudian memeriksa kamar asrama dan mendapati puluhan santri serta santriwati dalam kondisi lemas.
Melihat situasi tersebut, Fahrul bersama para guru segera membawa santri yang mengalami keluhan ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan pertolongan medis.
Karena jumlah korban cukup banyak, sebanyak 32 santri dan santriwati kemudian mendapatkan perawatan di tiga rumah sakit, yakni Rumah Sakit Madani dan dua rumah sakit lainnya di kawasan Saentis.
Dugaan Mengarah pada Lauk Ikan Nila
Di tengah upaya menangani para santri yang sakit, Fahrul berusaha mencari informasi dari pengurus pondok pesantren lain melalui grup WhatsApp.
Dari komunikasi tersebut, sejumlah pengurus pesantren melaporkan adanya santri mereka yang mengalami keluhan serupa setelah menyantap makanan dari kegiatan peringatan Hari Santri Nasional yang sama.
Fahrul kemudian menyoroti salah satu menu makan siang yang diterima para santrinya, yakni lauk ikan nila. Menurut keterangan yang disampaikan pihak pesantren, ikan tersebut diduga dalam kondisi tidak layak konsumsi ketika dibagikan.
“Lauk ikan nila yang diterima para santri ketika makan siang dilaporkan dalam kondisi berlendir dan mengeluarkan sedikit bau tidak sedap,” ungkap Fahrul.
Meski demikian, kondisi ikan tersebut belum dapat dipastikan sebagai penyebab keracunan. Diperlukan pemeriksaan medis dan pengujian laboratorium untuk memastikan sumber gangguan kesehatan yang dialami para santri.
Pemkab Deli Serdang Belum Berikan Konfirmasi
Hingga berita ini ditulis, belum ada konfirmasi resmi dari Pemerintah Kabupaten Deli Serdang maupun instansi penyelenggara terkait mengenai dugaan keracunan massal tersebut.
Penyebab pasti kejadian juga belum diketahui. Dugaan terhadap makanan yang dibagikan saat peringatan Hari Santri Nasional masih memerlukan pembuktian melalui pemeriksaan lebih lanjut.(æ/red)





