Pasuruan, BeritaTKP.com | Aksi pencurian kabel listrik di trafo milik PLN kembali meresahkan warga Kabupaten Pasuruan. Kali ini, sasaran pencurian terjadi di Dusun Leduk, Desa Lugowok, Kecamatan Pohjentrek, yang mengakibatkan lampu penerangan jalan umum (PJU) padam total dan memicu kemarahan warga.
Peristiwa ini terungkap pada Jumat (26/12/2025) dini hari, sekitar pukul 03.00 WIB, saat Kepala Dusun Leduk mendapati deretan PJU di sepanjang jalan desa menuju Lugowok mendadak mati. Kecurigaan tersebut langsung dilaporkan ke pihak PLN.
Plt Kasi Humas Polres Pasuruan, Aipda Muhammad Junaidi, menjelaskan bahwa pengecekan dilakukan beberapa jam kemudian oleh petugas resmi PLN.
“Sekitar pukul 09.00 WIB, petugas PLN mengecek lokasi dan menemukan kabel trafo dalam kondisi terputus dan hilang sepanjang kurang lebih 10 meter,” ungkap Junaidi.
Diduga Bukan Pelaku Sembarangan
Hilangnya kabel trafo bukan hanya menyebabkan gangguan listrik, tetapi juga menimbulkan dugaan serius soal modus dan keahlian pelaku. Sejumlah warga menilai pencurian tersebut tidak mungkin dilakukan oleh orang awam, mengingat risiko tinggi tersengat listrik dan kompleksitas instalasi trafo.
“Kalau bukan orang yang paham listrik, mustahil berani memotong kabel trafo,” tulis salah satu warganet dalam unggahan video kondisi gardu yang viral di media sosial.
Rekaman video yang diunggah warga memperlihatkan gardu trafo dalam kondisi rusak, memicu reaksi keras dan kecaman publik. Warga menyebut aksi pencurian ini tidak hanya merugikan negara, tetapi juga membahayakan keselamatan masyarakat.
Polisi Telusuri CCTV dan Saksi
Menindaklanjuti kejadian tersebut, Polres Pasuruan melakukan penyelidikan intensif. Polisi kini mengumpulkan keterangan saksi serta menelusuri rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian untuk mengungkap identitas pelaku.
“Penyelidikan masih berjalan. Kami kumpulkan bukti-bukti, termasuk CCTV di sekitar TKP,” tegas Junaidi.
Teror Infrastruktur Publik
Maraknya pencurian kabel listrik ini menambah daftar panjang kejahatan terhadap fasilitas publik di wilayah Pasuruan. Selain menyebabkan pemadaman listrik, aksi semacam ini berpotensi memicu kecelakaan fatal, baik bagi pelaku maupun warga sekitar.
Masyarakat mendesak aparat penegak hukum agar tidak hanya menangkap pelaku lapangan, tetapi juga membongkar jaringan penadah kabel tembaga yang diduga menjadi tujuan akhir hasil pencurian.
Hingga berita ini diturunkan, polisi masih mendalami kasus tersebut dan mengimbau warga untuk segera melapor jika melihat aktivitas mencurigakan di sekitar gardu listrik maupun fasilitas PLN lainnya.(æ/red)





