Jakarta, BeritaTKP.Com – Kebakaran di rumah kontrakan yang menewaskan 10 orang di Matraman, Jakarta Timur. Sebelum api menghabiskan rumah kontrakan tersebut,terdengar suara ledakan dan jeritan minta tolong.
“Sekitar setengah 4 (pagi) itu ada suara ledakan. Ada suara orang teriak minta tolong. Kurang tau juga siapa yang teriak minta tolong. Kalau kata tetangga itu anak korban meninggal yang teriak sempat keluar. Tapi nggak tahu orangnya, tapi sempat kedengeran teriak-teriak. Semua langsung pada keluar sekitar jam 4-an,” pungkas Adelia, Kamis (25/3/2021).

Adelia menjelaskan saat api mulai membesar, warga yang tinggal dekat titik api langsung mengevakuasi diri. Pukul 08.00 WIB tadi warga yang sempat keluar dari rumah baru diizinkan kembali.
Ia menuturkan ada empat petak rumah yang terbakar. Rumah yang selamat dari kobaran api lantaran terhalang tembok rumah yang tinggi.
“Tidak menyambar ke rumah yang lain karena terhalang rumah Pak RW yang temboknya tinggi, kalau nggak terhalang mungkin sudah nyambar,” pungkasnya.
Senda dengan Adelia, Salijan ,52, juga mendengar suara ledakan sebelum kebakaran terjadi. Dia menduga ledakan itu berasal dari motor yang apinya menyambar ke rumah kontrakan.
“Ada ledakan mungkin nyambar dari motor langsung kebakar. Motor itu katanya nyala mungkin ada api, mungkin dia nyalain rokok kena bensinya langsung kebakar. Kena sekring listrik juga. Korban sewaktu itu sudah tidur, tapi karena ada api nyala bingung nggak bisa keluar minta tolong, minta tolong, nggak sempat nolongin. Kita juga nggak bisa nolongin karena apinya gede,” ungkap Salijan.
“Mungkin karena buang puntung rokok sembarangan nggak benar asal-asalan. Jadi bukan dari kompor gas atau dari listrik tapi dari motor,” tutupnya. SD/Red





