Labuan Bajo, BeritaTKP.com — Operasi pencarian korban tenggelamnya kapal pinisi KM Putri Sakinah di perairan Pulau Padar, Labuan Bajo, terus diperkuat. Medan laut ekstrem, arus kuat, dan visibilitas rendah memaksa tim SAR mengerahkan penyelam profesional asing hingga teknologi pencarian bawah laut canggih.

Hingga Selasa (30/12/2025), Martin Carreras Fernando, pelatih Timnas B Sepak Bola Wanita Valencia CF, bersama dua anaknya masih dinyatakan hilang. Tragedi ini menyorot kembali risiko keselamatan wisata laut di kawasan super prioritas tersebut.

Kepala SAR Maumere, Fathur Rahman, menyebut penyelam warga negara asing yang diterjunkan tergabung dalam Dive Operators Collaboration Komodo (DOCK), komunitas selam profesional berbasis di Labuan Bajo.

“Mereka memiliki pengalaman menyelam di arus kuat dan kedalaman ekstrem di kawasan Komodo,” ujar Fathur.

Selain DOCK, pencarian bawah laut melibatkan Penyelam Profesional Komodo (P3Kom) dan Gabungan Usaha Wisata Bahari dan Tirta Indonesia (Gahawisri), memperlihatkan skala operasi yang tidak biasa untuk sebuah kecelakaan wisata.

Drone Bawah Laut dan Sonar Dikerahkan

Kesulitan medan membuat aparat menambah alat pencarian berteknologi tinggi. Polda Nusa Tenggara Timur mengerahkan drone bawah laut dan sistem sonar yang mampu mendeteksi objek logam hingga radius 200 meter, untuk melacak kemungkinan bangkai kapal atau korban yang terjebak di dasar laut.

Sementara itu, Kementerian Perhubungan melalui KSOP Kelas III Labuan Bajo menurunkan empat kapal pendukung, termasuk Kapal Negara Patroli (KNP) Grantin dan RIB KPLP.

“Pengerahan kapal dan personel dilakukan untuk memperkuat tim SAR gabungan yang sudah berada di Pulau Padar sejak dua hari terakhir,” kata Kepala KSOP Labuan Bajo Stephanus Risdiyanto.

Kronologi Tenggelamnya Kapal

KM Putri Sakinah yang ditumpangi Martin, istri, dan empat anaknya tenggelam setelah diterjang gelombang tinggi di Selat Pulau Padar pada Jumat malam (26/12). Dari total penumpang, tujuh orang berhasil diselamatkan, termasuk istri korban Mar Martinez Ortuno dan satu anak perempuan.

Namun, tiga korban dinyatakan hilang, meski satu anak telah ditemukan meninggal dunia pada Senin (29/12) pagi tak jauh dari lokasi kejadian.

Pertanyaan Keselamatan Laut

Tragedi ini memunculkan pertanyaan krusial terkait standar keselamatan pelayaran wisata, terutama di tengah cuaca ekstrem dan tingginya aktivitas kapal pinisi di kawasan wisata unggulan nasional.

Tim SAR kini memfokuskan pencarian di perairan dan pesisir pulau-pulau sekitar Pulau Padar, termasuk Pulau Serai, Pengah, Papagarang, Siaba Besar, hingga utara Pulau Kanawa—berpacu dengan waktu dan kondisi alam yang tidak bersahabat.(æ/red)