Sejumlah perempuan diduga pramusaji warung pangku di Gresik didata petugas Satpol PP. Operasi ini menyasar dugaan prostitusi di warung pangku. (Foto: Istimewa)

GRESIK, BeritaTKP.com – Petugas gabungan menggelar operasi penertiban terhadap lima warung pangku yang diduga menjadi lokasi praktik prostitusi terselubung di Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Dalam razia tersebut, petugas menemukan sejumlah warung kopi yang dilengkapi bilik-bilik tertutup dan diduga digunakan untuk melayani pengunjung.

Operasi cipta kondisi itu berlangsung sejak Jumat (6/11/2026) malam hingga Sabtu (7/11/2026) dini hari. Kegiatan dipimpin Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Gresik, Agustin Halomoan Sinaga, bersama Kepala BNNK Gresik AKBP Suharsi.

Sinaga menjelaskan, lima lokasi yang menjadi sasaran operasi tersebar di beberapa wilayah kecamatan di Kabupaten Gresik.

Lokasi tersebut meliputi Desa Karang Kiring, Kecamatan Kebomas; Kelurahan Sidorukun, Kecamatan Gresik; kawasan Jalan Siti Fatimah Binti Maimun atau Telaga Ngipik, Kecamatan Duduksampeyan; serta Dusun Betiring, Desa Banjarsari, Kecamatan Cerme.

“Lokasi itu diduga menjadi tempat aktivitas prostitusi berkedok warung kopi yang meresahkan masyarakat,” ujar Sinaga, Sabtu (7/11/2026).

Petugas Temukan Warung dengan Bilik Tertutup

Saat melakukan pemeriksaan, petugas menemukan sejumlah warung kopi yang memiliki bilik-bilik tertutup. Keberadaan fasilitas tersebut menimbulkan dugaan bahwa tempat itu digunakan untuk aktivitas prostitusi terselubung.

Meski demikian, dugaan praktik prostitusi tersebut masih perlu dibuktikan melalui pemeriksaan dan pendalaman lebih lanjut.

Sinaga mengatakan operasi tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah menjaga ketenteraman dan ketertiban umum sekaligus mencegah potensi gangguan sosial di lingkungan masyarakat.

Libatkan Puluhan Personel Gabungan

Operasi penertiban melibatkan sejumlah unsur instansi dan lembaga di Kabupaten Gresik.

Sebanyak 49 personel Satpol PP Gresik diterjunkan, didukung tiga personel Subdenpom V/4-2 Gresik, tiga personel Polres Gresik, enam personel BNNK Gresik, tujuh personel Dinas Kesehatan Gresik, serta dua perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Gresik.

Menurut Sinaga, kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada penertiban dugaan prostitusi, tetapi juga menjadi bagian dari pengawasan dan penegakan peraturan daerah.

Petugas turut melakukan upaya pencegahan terhadap peredaran minuman keras serta penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang.

Pemerintah Kabupaten Gresik berharap operasi gabungan semacam ini dapat menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat serta menekan aktivitas yang berpotensi menimbulkan keresahan.(æ/red)