Surabaya, BeritaTKP.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menuturkan bahwa ada potensi bencana likuifaksi atau pencairan tanah di 3 kabupaten yang berada dalam wilayah Jawa Timur. “Likuifaksi atau pencairan tanah berpotensi di 3 daerah Jawa Timur. Likuifaksi ini seperti yang pernah terjadi di Palu 2018 lalu. Likuifaksi ini seperti tanah ambles ya,” kata Sriyono, Kabid Kedaruratan-Logistik BPBD Jatim di Surabaya, Senin (10/10/2022) kemarin.
Sriyono mengatakan, 3 kabupaten yang berpotensi likuifaksi dimulai dari Banyuwangi, Lumajang dan Jember. “Jadi likuifaksi ini baru masuk di potensi bencana di Jatim,” imbuhnya.
Sriyono menegaskan, likuifaksi hanya berpotensi di 3 kabupaten Jatim saja. Ia sudah menyurati kabupaten terkait untuk potensi likuifaksi.
“Likuifaksi itu disebabkan adanya cekungan lempengan yang mendekati laut terjadi pergeseran, lah menjadi perputaran. Di situlah letak likuifaksi hanya berpotensi 3 tempat itu tadi, bukan keseluruhan Jatim. Jadi itu hasil kajian setelah terjadinya Palu,” bebernya.
Selain itu, Sriyono juga membeberkan ada bencana kekeringan, meski Jatim mulai peralihan dari musim panas ke musim hujan, seperti di daerah Lekok, Kabupaten Pasuruan, kemudian di Batu Putih, Kabupaten Sumenep.
“Secara total kemarin kekeringan ada di 26 kabupaten di 513 desa. Tapi di satu kabupaten, belum tentu semua desa kekeringan. Seperti di Trenggalek kemarin banjir, itu sebelumnya kekeringan. Anomali cuaca ini juga mengubah status itu,” bebernya.
“BPBD Jatim siaga 24 jam melalui Pusdalops. Kesiapan logistik juga siap kalau sewaktu-waktu kabupaten/kota membutuhkan bantuan,” sambungnya.
Sementara Kasi Kedaruratan-Logistik BPBD Jatim Heru Wibowo menambahkan, untuk bencana likuifaksi hanya potensi. Artinya, bisa terjadi atau tidak. “Jadi ini potensi, bukan prediksi ya. Potensi bisa terjadi atau tidak,” pungkasnya. (Din/RED)






