PALU, BeritaTKP.com – Proses pendataan terhadap dampak kerusakan fisik akibat guncangan gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 6,7 di Sulawesi Tengah terus berjalan secara berkala. Laporan terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta otoritas akademis menunjukkan adanya dampak kerusakan yang tersebar di sektor pemukiman warga Kabupaten Parigi Moutong hingga fasilitas pendidikan di Kota Palu.
Kendati memicu kerusakan struktural dan non-struktural pada beberapa bangunan, seluruh pihak berwenang mengonfirmasi bahwa hingga saat ini belum ada laporan mengenai adanya korban jiwa maupun korban luka.
Sebaran Kerusakan Pemukiman di Kabupaten Parigi Moutong
Pelaksana tugas (Plt) Kepala BPBD Parigi Moutong, Moh Rivai, menjelaskan bahwa Tim Reaksi Cepat (TRC) masih terus bersiaga di lapangan untuk memperbarui data pemetaan dampak. Berdasarkan data sementara, tercatat sebanyak 15 unit rumah tinggal milik warga mengalami kerusakan yang tersebar di empat desa:
- Desa Torue (Kecamatan Parigi Selatan): Sebanyak 4 unit rumah mengalami kerusakan, berdampak langsung pada 4 Kepala Keluarga (KK).
- Desa Torue (Kecamatan Torue): Menjadi wilayah terdampak paling banyak dengan 9 unit rumah rusak yang dihuni oleh 15 KK atau sekitar 36 jiwa.
- Desa Tolai: Tercatat 1 unit rumah mengalami kerusakan, berdampak pada 1 KK dan 1 warga lansia.
- Desa Sausu Trans (Kecamatan Sausu): Sebanyak 1 unit rumah dilaporkan rusak dengan 1 KK terdampak.
Laporan Kerusakan Infrastruktur Universitas Tadulako (Untad)
Dampak guncangan yang masif juga menyasar sejumlah fasilitas gedung di Kampus Universitas Tadulako, Palu. Ironisnya, beberapa bangunan yang terdampak merupakan gedung yang baru saja selesai direhabilitasi dan direkonstruksi pascabencana besar tahun 2018 silam.
Rektor Untad, Prof. Amar, memaparkan bahwa kerusakan yang terjadi secara umum meliputi keretakan dinding, lepasnya material pelapis luar bangunan, runtuhnya plafon, kerusakan sarana pembelajaran, hingga pecahnya kaca jendela akibat besarnya gelombang kejut.
Daftar Gedung Kampus Untad yang Terdampak:
- Gedung Rektorat: Mengalami keretakan struktural ringan, material dinding terkelupas di beberapa titik, serta kerusakan pada langit-langit (plafon).
- Gedung Media Center (GMC) & Gelanggang Mahasiswa: Ditemukan sejumlah retakan pada beberapa bagian dinding bangunan.
- Auditorium Kampus: Sebagian plafon dilaporkan runtuh dan terjadi gangguan teknis pada fasilitas layar videotron.
- Rumah Sakit (RS) Untad: Mengalami keretakan pada beberapa komponen non-struktural gedung.
- Fakultas Teknik: Sebagian plafon ruangan dilaporkan roboh.
Pihak rektorat menegaskan akan segera meluncurkan asesmen teknis secara menyeluruh guna menguji dan memastikan tingkat keamanan struktural seluruh bangunan sebelum kembali digunakan untuk aktivitas perkuliahan.
Kondisi Layanan Medis RS Anuntaloko Mulai Pulih
Pasca-guncangan hebat yang sempat memicu kepanikan, aktivitas pelayanan medis di Rumah Sakit (RS) Anuntaloko kini dilaporkan mulai berangsur normal. Sebagian besar pasien yang sempat dievakuasi secara darurat ke area luar gedung kini telah dipindahkan kembali ke ruang perawatan masing-masing.
Plt Kepala RS Anuntaloko, Irwan, memastikan bahwa layanan krusial di Instalasi Gawat Darurat (IGD) yang sempat dipindahkan ke tenda luar kini sudah beroperasi kembali di dalam ruangan. Pihak manajemen rumah sakit tetap menyiagakan petugas medis guna mengantisipasi skenario darurat jika sewaktu-waktu terjadi gempa susulan, sembari menguji kelaikan peralatan medis dan kondisi fisik bangunan bangunan.(æ/red)





