Labuan Bajo, BeritaTKP.com – Sebuah tabung berisi minyak tanah milik seorang penjual gorengan di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) meledak.
Peristiwa itu terjadi pada Senin (24/1/2022) kemarin. Akibat peristiwa itu 4 warga dilaporkan mengalami luka bakar dan salah satunya adalah balita. Ledakan terjadi di Gang Pengadilan, Desa Gorontalo, Kecamatan Komodo.
Kejadian yang diduga dipicu oleh kebocoran pada tabung minyak tanah itu terekam oleh CCTV dan beredar luas di media sosial.
Keempat warga yang mengalami luka bakar masih kini harus menjalani perawatan intesuf, yakni Supriyadi ,32, asal Bogor, Jawa Barat, Sutiono ,43, asal Prijek, Jawa Timur, Mohammad Alimin ,35, asal Kompleks PDAM, Kelurahan Wae Kelambu, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, dan Muhammad Farzan Al Fatih ,3, yang merupakan anak dari korban yang bernama Muhammad Alimin.
Sutiono mengatakan ledakan terjadi saat dirinya sedang bekerja di Warung Djanoko, tepat di sebelah lokasi kejadian. Awalnya dia melihat adanya kobaran api di tanah. Pria ini berinisiatif untuk membantu mematikan api serta mencari sumbernya.
Namun saat Sutiono hendak mengecek sumber api, tiba–tiba bersamaan tabung minyak tanah yang digunakan untuk menggoreng dagangan itu meledak.
“Pada saat ledakan tabung minyak tanah, saya bersama tiga orang, salah satunya merupakan anak balita menjadi korban ledakan tersebut,” ujarnya, Selasa (25/1).
Pascakejadian, Sutiono bersama tiga orang lainnya langsung dilarikan ke Rumah Sakit Siloam Labuan Bajo untuk mendapatkan perawatan.
Supriyadi, yang merupakan pemilik lapak, belum sadarkan diri. Dia masih dirawat di rumah Sakit, karena mengalami luka bakar di sekujur tubuhnya.
Sementara itu, Sutiono mengalami luka bakar di bagian tangan dan kaki, kiri dan kanan, serta terkena tumpahan minyak panas di wajah. Sedang Mohammad Alimin ,35, mengalami luka bakar di tangan sebelah kiri, sedangkan putranya Muhammad Farzan Al Fatih mengalami luka bakar pada bagian dahi sebelah kiri dan di bagian tangan kiri serta kanan.
Kapolres Manggarai Barat AKBP Felli Hermanto menjelaskan, pihaknya telah mengambil keterangan sejumlah pihak, maupun masyarakat di sekitar lokasi, terkait kronologi kejadian itu. Dia mengimbau para pemilik warung, kafe, maupun restoran, untuk selalu memperhatikan peralatan yang digunakan untuk memasak, sehingga ledakan dan kebakaran ini tidak terulang lagi.
Kasat Reskrim Polres Mabar Iptu Yoga Dharma Susanto menambahkan, pihaknya akan memanggil pemilik lapak untuk dimintai keterangan.
“Kita akan minta klarifikasi dari pemilik lapak, namun saat ini belum bisa Kita lakukan karena pemilik lapak masih dirawat di Rumah Sakit Siloam Labuan Bajo,” tutupnya. (RED)






