OGAN ILIR, BeritaTKP.com – Kasus pembunuhan terhadap seorang pedagang sayur berinisial J (54), warga Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan, mulai terungkap setelah polisi mengamankan salah satu orang yang diduga terlibat. Korban diduga dibunuh oleh karyawannya sendiri setelah muncul persoalan terkait dugaan pelecehan seksual.

Berdasarkan keterangan awal yang disampaikan Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Sumsel, Kompol Putu Suryawan, terduga pelaku utama berinisial F (22) pertama kali mengenal korban melalui Facebook.

Pada 1 Oktober 2026, korban menawarkan pekerjaan berjualan sayur kepada F dengan upah Rp150 ribu per hari.

Namun, menurut keterangan sementara F kepada polisi, selama bekerja korban diduga beberapa kali melakukan pelecehan seksual terhadap dirinya. Pelaku juga disebut mendapat janji tambahan upah di luar kesepakatan awal.

Korban menghubungi pelaku untuk bertemu di kebun sawit

Peristiwa pembunuhan tersebut bermula pada 17 Oktober 2026 sekitar pukul 19.00 WIB. Saat itu, korban menghubungi F dan seorang rekannya berinisial E yang kini masuk daftar pencarian orang (DPO), untuk datang menemuinya di kawasan kebun sawit C2, Sungai Lilin.

Setibanya di lokasi, menurut keterangan awal kepolisian, korban diduga mengajak kedua pelaku melakukan hubungan intim.

Ketika korban berada dalam posisi terlentang, F diduga langsung mencekik leher korban menggunakan tangan hingga tidak bergerak. Sementara itu, E disebut turut melakukan pemukulan terhadap korban.

Jenazah dibawa menggunakan mobil korban

Setelah korban diduga meninggal dunia, F dan E memasukkan jenazah ke dalam mobil milik korban. Keduanya kemudian membawa tubuh korban menuju wilayah Kabupaten Ogan Ilir untuk membuang dan menguburkannya.

Dalam proses penguburan, dua orang lainnya berinisial AM dan AN diduga turut membantu. Polisi menyebut keduanya berperan membantu menguburkan jenazah, sedangkan F dan E diduga menjadi pelaku utama dalam pembunuhan.

Sementara itu, mobil milik korban dibawa ke wilayah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur. Kendaraan tersebut kemudian ditemukan oleh pihak keluarga korban.

Polisi sebut motif sementara karena sakit hati

Kompol Putu Suryawan menyampaikan bahwa berdasarkan pemeriksaan awal, F mengaku melakukan pembunuhan karena sakit hati atas dugaan pelecehan seksual yang dialaminya selama bekerja.

Menurut keterangan polisi, pelaku disebut telah memiliki rencana untuk menghabisi korban akibat persoalan tersebut.

Meski demikian, motif dan rangkaian kejadian masih perlu didalami melalui proses penyidikan serta pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang terlibat.

Tiga orang lainnya masih diburu dan didalami

Dalam perkembangan kasus ini, polisi menyatakan baru satu orang yang berhasil diamankan, sementara tiga orang lainnya masih dalam pengejaran atau pendalaman sesuai peran masing-masing.

Dua orang diduga bertindak sebagai eksekutor, sedangkan dua lainnya diduga membantu proses penguburan jenazah.

Polda Sumsel masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap seluruh rangkaian peristiwa, memastikan peran masing-masing pihak, serta mendalami kemungkinan adanya keterlibatan orang lain.

Kasus ini menjadi perhatian karena melibatkan dugaan kekerasan seksual dan pembunuhan. Namun, seluruh keterangan mengenai pelecehan maupun motif pembunuhan masih harus dibuktikan melalui proses hukum.(æ/red)