SERUYAN, BeritaTKP.com – Sebanyak delapan orang menjadi korban kecelakaan helikopter Mi-17 milik Pusat Penerbang Angkatan Darat (Puspenerbad) yang jatuh saat menjalankan misi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah. Tiga prajurit TNI dinyatakan gugur, sedangkan lima korban lainnya selamat dan masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Kristomei Sianturi menyampaikan belasungkawa atas gugurnya tiga prajurit dalam operasi penanganan karhutla tersebut.

Ketiga prajurit yang meninggal dunia masing-masing Serda Heri Prasetyo, Mayor CPN Dudi Firmansyah, dan Letda CPN Nurhafiz Akbar R.

“Kami atas nama BNPB dan pemerintah Indonesia mengucapkan rasa duka yang mendalam, atas gugurnya tiga orang prajurit Angkatan Darat dalam operasi penanggulangan karhutla di Kalimantan Tengah, kemarin,” ujar Kristomei dalam konferensi pers di Bandara Halim Perdanakusuma, Kamis (5/11/2026).

Seluruh Korban Berhasil Dievakuasi

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyampaikan bahwa proses penanganan kecelakaan helikopter tersebut telah selesai. Seluruh penumpang berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian.

“Sejauh ini penanganan heli yang jatuh di Kalimantan, pertama-tama operasinya sudah selesai, dalam artian seluruh penumpang dari pesawat tersebut sudah berhasil dievakuasi,” kata Berton.

Dengan demikian, seluruh delapan orang yang berada di dalam helikopter telah berhasil ditemukan dan dievakuasi, meskipun tiga di antaranya tidak dapat diselamatkan.

Lima Korban Selamat Masih Jalani Perawatan

Sementara itu, lima korban yang selamat masih mendapatkan penanganan medis di rumah sakit. Berdasarkan informasi yang diterima BNPB, kondisi kelima korban dilaporkan cukup baik dan tidak mengalami masalah kesehatan serius.

“Yang kami dapat informasi adalah 5 korban selamat dan ini sudah, kemarin kami informasinya sudah di rumah sakit, dirawat di rumah sakit. Dan ini informasi yang kami dapat tidak terlalu ada masalah apa-apa,” jelas Berton.

BNPB berharap para korban yang selamat dapat segera pulih sehingga bisa kembali menjalankan aktivitas seperti sediakala.

Sementara itu, tiga jenazah prajurit yang gugur telah dievakuasi. Kepala BNPB juga dijadwalkan menuju Semarang untuk menghadiri prosesi pemakaman salah satu korban.

Kronologi Helikopter Mi-17 Jatuh Saat Water Bombing

Berdasarkan keterangan resmi TNI AD, kecelakaan helikopter Mi-17V5 milik Puspenerbad tersebut terjadi pada Rabu (4/11/2026) sekitar pukul 11.18 WIB.

Helikopter sebelumnya lepas landas dari Kuala Pembuang pada pukul 09.55 WIB untuk melaksanakan misi penanganan kebakaran hutan dan lahan di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP).

Saat menjalankan operasi water bombing dengan mengambil air di perairan Desa Sungai Perlu, helikopter dilaporkan mengalami kendala saat terbang hingga akhirnya jatuh ke sungai.

Sesaat setelah kejadian, TNI AD mengerahkan personel untuk melakukan pencarian dan evakuasi terhadap seluruh kru melalui jalur udara.

Insiden ini menjadi duka bagi TNI AD dan seluruh pihak yang terlibat dalam operasi penanggulangan karhutla di Kalimantan Tengah.(æ/red)