KOTAWARINGIN BARAT, BeritaTKP.com – Dua orang utan yang habitatnya terancam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Kilometer 24 Jalan Pangkalan Bun–Kotawaringin Lama, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, berhasil dievakuasi petugas pada Kamis (5/11/2026).

Kedua satwa tersebut terdiri dari satu orang utan jantan dan satu betina. Keduanya ditemukan di kawasan Wanawiyata, yang sebagian wilayahnya telah terdampak kebakaran.

Proses penyelamatan melibatkan Kelompok Tani Hutan (KTH) Meniti Fajar, tim YUPI, serta Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pangkalan Bun.

Ketua KTH Meniti Fajar, Sarwani, menjelaskan bahwa evakuasi dilakukan setelah pihaknya mengetahui kondisi habitat kedua orang utan tersebut semakin terancam akibat kobaran api.

“Kami langsung menghubungi BKSDA untuk melakukan evakuasi. Ada dua orang utan yang kami amankan, satu jantan dan satu betina,” kata Sarwani, Jumat (6/11/2026).

Diberi Nama Fajar dan Fitri

Kedua orang utan yang berhasil diselamatkan tersebut diberi nama Fajar dan Fitri. Untuk sementara, keduanya diamankan guna menjalani pemeriksaan kesehatan serta mendapatkan penanganan awal.

Sarwani mengatakan, pihaknya telah menyiapkan kawasan hutan kemasyarakatan (HKM) yang dikelola KTH Meniti Fajar di Kelurahan Mendawai Seberang sebagai lokasi rencana pelepasliaran.

“Kita amankan dulu, kita periksa kesehatannya dan diberikan vitamin. Pada waktunya nanti akan kita lepasliarkan kembali di kawasan HKM KTH Meniti Fajar,” ungkapnya.

Habitat Satwa Terancam Karhutla

Evakuasi ini menjadi salah satu upaya penyelamatan satwa liar yang terdampak kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kalimantan Tengah.

Kebakaran yang melanda kawasan Kilometer 24 tidak hanya mengancam vegetasi hutan, tetapi juga berpotensi mengganggu kelangsungan hidup satwa yang bergantung pada kawasan tersebut sebagai habitat alami.

Setelah kondisi Fajar dan Fitri dipastikan aman dan kesehatannya diperiksa, keduanya direncanakan dilepasliarkan kembali ke kawasan hutan yang telah disiapkan.

Upaya tersebut diharapkan dapat membantu menjaga keselamatan orang utan sekaligus melindungi keberlangsungan habitat satwa liar di tengah ancaman karhutla.(æ/red)