JAKARTA, BeritaTKP.com – Penggerebekan kawasan Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, terkait dugaan peredaran narkoba menjadi perhatian publik. Salah satu hal yang menarik perhatian adalah strategi aparat kepolisian yang menggunakan kereta rel listrik (KRL) untuk menuju lokasi operasi.
Penggerebekan dilakukan pada Minggu (1/11/2026) dengan melibatkan sejumlah unsur, yakni Polda Metro Jaya, Bareskrim Polri, Brimob, dan Badan Narkotika Nasional (BNN).
Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Kombes Bismo Teguh Prakoso, mengungkapkan operasi dilakukan secara serentak melalui berbagai arah untuk menjangkau kawasan yang menjadi target.
Berikut lima fakta dalam penggerebekan tersebut.
1. Polisi Gerebek Kampung Bahari dari Berbagai Arah
Penggerebekan dilakukan melalui sejumlah akses, termasuk jalur rel di wilayah Kampung Bahari. Strategi tersebut menjadi alasan sebagian personel menggunakan KRL untuk mencapai lokasi.
Menurut Bismo, operasi melibatkan kolaborasi sejumlah instansi agar penggerebekan dapat dilakukan secara serentak dari berbagai sisi.
2. Transaksi Narkoba Masih Berlangsung di Lapak Pinggir Rel
Saat penggerebekan berlangsung, polisi menemukan dugaan aktivitas transaksi narkoba yang masih terjadi di salah satu lapak di pinggir rel.
Bismo menyebut lapak-lapak tersebut akan dibongkar agar tidak kembali disalahgunakan sebagai tempat transaksi narkotika.
Polisi juga menyatakan akan melanjutkan operasi di sejumlah lokasi serta mengejar pihak-pihak yang diduga menjadi bandar narkoba.
3. Sebanyak 26 Orang Diamankan
Dalam operasi tersebut, sebanyak 26 orang diamankan bersama sejumlah barang bukti narkotika.
Barang bukti yang disebutkan meliputi sabu, ganja, dan ekstasi. Penggerebekan itu melibatkan sekitar 1.800 personel.
Namun, sumber belum merinci identitas maupun status hukum seluruh orang yang diamankan.
4. Polisi Sempat Mendapat Perlawanan
Proses penggerebekan tidak sepenuhnya berjalan tanpa hambatan. Aparat sempat menghadapi perlawanan dari sejumlah pihak di lokasi.
Bismo menyebut perlawanan tersebut diduga sebagai upaya mengalihkan perhatian petugas dari zona yang menjadi sasaran operasi.
Meski demikian, aparat memastikan tetap fokus menjalankan penggerebekan sesuai target yang telah ditentukan.
5. Penggunaan KRL Sudah Dikoordinasikan dengan KAI
VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, menjelaskan perjalanan kereta yang digunakan untuk mobilitas personel kepolisian telah dikoordinasikan dengan pihak KAI Commuter.
Perjalanan khusus tersebut menggunakan KLB pada rute Jakarta Kota–Tanjung Priok sekitar pukul 06.25 WIB, Minggu (1/11/2026).
Karina memastikan perjalanan tersebut tidak berdampak terhadap operasional reguler Commuter Line menuju Tanjung Priok.
Meski demikian, KAI Commuter menyampaikan permohonan maaf karena tiga perjalanan Commuter Line Jakarta Kota–Tanjung Priok mengalami keterlambatan selama 4 hingga 19 menit.
Keterlambatan tersebut dipicu kerumunan warga di sekitar rel Kampung Bahari saat proses penggerebekan berlangsung.
Penggerebekan ini menjadi bagian dari upaya aparat dalam menindak dugaan peredaran narkoba di kawasan Kampung Bahari. Polisi menyatakan operasi dan pengejaran terhadap pihak yang diduga menjadi bandar akan terus dilakukan.(æ/red)





