SUKABUMI, BeritaTKP.com – Seorang pria bernama Iskandar Abdul Jabar (27) diduga menjadi korban pengeroyokan di Padepokan Al Bathin Al Waliyy, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Insiden tersebut mencuat setelah videonya beredar luas di media sosial.
Iskandar, yang menjabat sebagai Ketua Aliansi An-Nahar, mengaku datang ke padepokan bersama rekannya, Risjan, dengan tujuan berdiskusi dan menguji klaim mengenai ilmu laduni karomah yang disebut dimiliki pihak padepokan.
Menurut Iskandar, kedatangannya bukan untuk mencari keributan, melainkan ingin membuktikan kebenaran klaim tersebut melalui diskusi.
“Motivasi saya datang ke sana murni ingin menguji klaim mereka. Saya ingin membuktikan kebenaran ilmu laduni karomah tersebut,” kata Iskandar, Senin (26/10/2026).
Adu Mulut Berujung Dugaan Pemukulan
Iskandar menuturkan, pihak padepokan menolak ajakan diskusi dengan alasan ilmu tersebut tidak bisa didiskusikan. Situasi kemudian memanas ketika seorang pria yang dipanggil Tabib Jalil diduga memukul rahangnya.
Iskandar mengaku sempat berusaha menenangkan keadaan dan menjelaskan bahwa dirinya datang untuk berdiskusi, bukan mencari masalah.
Namun, menurut keterangannya, seorang pria lain bernama Ajis kemudian melayangkan pukulan susulan. Iskandar mengaku terdesak hingga akhirnya melakukan perlawanan untuk membela diri.
Dalam insiden tersebut, salah satu orang disebut terjatuh dan menabrak dispenser. Iskandar kemudian berhasil meninggalkan lokasi dengan luka gores di tangan.
Kronologi kejadian tersebut masih perlu didalami lebih lanjut oleh pihak kepolisian untuk memastikan rangkaian peristiwa dan peran masing-masing pihak.
Korban Pilih Melapor ke Polisi
Iskandar mengaku melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Ciracap untuk menghindari kemungkinan terjadinya bentrokan lanjutan atau pengerahan massa dari pihaknya.
Ia menegaskan, perkara tersebut diserahkan kepada aparat penegak hukum agar diselesaikan melalui jalur hukum.
Sementara itu, Kapolsek Ciracap Iptu Taufick Hadian memastikan laporan tersebut akan ditindaklanjuti. Menurutnya, perkara itu segera dilimpahkan ke Satreskrim Polres Sukabumi untuk penanganan lebih lanjut.
Polisi juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh informasi yang beredar di media sosial.
Masyarakat diminta menyerahkan penanganan perkara kepada aparat penegak hukum serta menjaga situasi tetap kondusif agar insiden tersebut tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas.(æ/red)





