Tim Laboratorium Forensik Kepolisian Daerah Jawa Timur bersama Satreskrim Polres Madiun Kota telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) kasus pembunuhan sadis istri siri dan anaknya.

MADIUN, BeritaTKP.com – Tim Laboratorium Forensik Polda Jawa Timur bersama Satreskrim Polres Madiun Kota melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di tiga lokasi terkait kasus dugaan pembunuhan terhadap seorang perempuan berinisial DH dan anaknya, AGF, yang baru berusia 4 tahun.

Salah satu temuan yang menjadi perhatian penyidik adalah tungku api di bagian belakang rumah yang ditempati terduga pelaku, Dwi Bagus Martono (DBM), di Jalan Kunir Nomor 13, Kelurahan Ngegong, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun.

Tungku tersebut diduga berkaitan dengan pembakaran jasad korban. Namun, polisi masih melakukan pemeriksaan untuk memastikan fungsi tungku itu dan kaitannya dengan perkara.

Kapolres Madiun Kota, AKBP Rizki Pratama, mengatakan penyelidikan dilakukan bersama tim Polda Jawa Timur untuk mengungkap kasus tersebut secara menyeluruh.

“Untuk pengungkapan perkara ini kita melaksanakan joint investigation bersama-sama dengan tim Polda,” ujarnya, Senin (26/10/2026).

Polisi Periksa Tiga Lokasi

Dalam proses penyelidikan, petugas melakukan olah TKP di tiga lokasi berbeda, yakni sebuah hotel di Kota Madiun, rumah di Gang Tentrem, Jalan Doho, Kelurahan Winongo, serta rumah yang ditempati terduga pelaku di Jalan Kunir, Kelurahan Ngegong.

Ketiga lokasi tersebut didalami untuk menelusuri rangkaian peristiwa yang diduga berkaitan dengan hilangnya DH dan anaknya, AGF.

Menurut Rizki, penyelidikan bermula dari laporan kehilangan ibu dan anak tersebut yang disampaikan Khanza, adik DH, pada 5 Oktober 2026.

Setelah menerima laporan, tim operasional Polres Madiun Kota melakukan penyelidikan dengan menelusuri lokasi awal hingga sejumlah tempat lain yang diduga memiliki keterkaitan dengan kasus tersebut.

“Dari laporan tersebut, tim Opsnal Polres Madiun Kota melakukan penyelidikan, kemudian menelusuri dari TKP awal sampai ke titik-titik lokasi lainnya. Dari hasil penyelidikan, ada indikasi terkait dengan terduga pelaku,” kata Rizki.

CCTV Jadi Petunjuk Penyelidikan

Polisi juga mendalami rekaman kamera pengawas atau CCTV dari hotel yang sempat disinggahi terduga pelaku dan korban.

Rekaman tersebut menjadi salah satu petunjuk bagi penyidik untuk menelusuri pergerakan pihak-pihak yang berkaitan dengan kasus tersebut.

DH diketahui memiliki hubungan sebagai istri siri dengan terduga pelaku DBM. Penyidik masih mengumpulkan bukti dan mendalami keterangan untuk mengungkap kronologi kejadian serta dugaan keterlibatan pelaku.

Dugaan Pembakaran Jasad Masih Didalami

Dalam penyelidikan, polisi turut mendalami dugaan bahwa jasad kedua korban mengalami mutilasi dan pembakaran. Temuan tungku di bagian belakang rumah terduga pelaku menjadi salah satu bagian yang diperiksa dalam proses olah TKP.

Meski demikian, polisi belum menyampaikan kesimpulan akhir mengenai fungsi tungku tersebut maupun seluruh rangkaian dugaan tindak pidana yang terjadi.

Hingga Senin (26/10/2026), penyidik masih mengumpulkan bukti dari ketiga lokasi dan memeriksa keterangan yang diperlukan untuk memperjelas kronologi serta motif kasus.

Polisi berharap hasil pemeriksaan forensik dan barang bukti dapat membantu mengungkap perkara dugaan pembunuhan terhadap DH dan anaknya secara menyeluruh.(æ/red)