JEMBER, BeritaTKP.com – Seorang perempuan bernama Siti Sulaiha (38) menjadi korban dugaan penganiayaan dan perampasan oleh pria yang dikenalnya melalui Facebook. Dalam kejadian tersebut, korban mengalami luka-luka, sedangkan sepeda motor, ponsel, serta perhiasan emas miliknya dibawa kabur oleh terduga pelaku.

Peristiwa itu terjadi pada Minggu (25/10/2026) sekitar pukul 16.30 WIB di kawasan kebun pinus Dusun Panggung Pinang, Desa Plerean, Kecamatan Sumberjambe, Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Kepala Desa Plerean, Moh. Ali Mukhlas, menjelaskan bahwa kejadian bermula ketika korban dan terduga pelaku sepakat bertemu setelah berkenalan melalui media sosial Facebook.

Korban Dianiaya di Kawasan Kebun Pinus

Setelah bertemu, terduga pelaku meminta korban mengantarkannya menggunakan sepeda motor milik korban. Keduanya kemudian menuju kawasan kebun pinus yang relatif sepi.

Menurut keterangan kepala desa, setibanya di lokasi, korban diduga dianiaya hingga berusaha melarikan diri dan akhirnya pingsan.

Akibat kejadian tersebut, Siti Sulaiha mengalami lebam di sejumlah bagian tubuh serta luka pada bibir hingga mengeluarkan darah.

Motor, Ponsel, dan Perhiasan Emas Raib

Saat korban tidak berdaya, terduga pelaku diduga membawa kabur sejumlah barang milik korban.

Barang-barang yang dilaporkan hilang meliputi:

  • Satu unit sepeda motor.
  • Satu unit ponsel.
  • Perhiasan emas berupa gelang dan kalung.

Tidak lama setelah kejadian, warga sekitar menemukan korban dan segera melaporkannya kepada perangkat desa.

Berdasarkan data kependudukan, korban tercatat sebagai warga Jalan PB Sudirman, Desa Patokan, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo. Namun, dalam kesehariannya, korban diketahui tinggal di Desa Wonosobo, Kecamatan Tamanan, Kabupaten Bondowoso.

Polisi Masih Selidiki Kasus

Moh. Ali Mukhlas menduga terduga pelaku cukup mengenal kondisi wilayah tempat kejadian. Pasalnya, lokasi tersebut relatif sepi dan jarang dilalui warga.

Pihak desa bersama korban telah melaporkan kejadian itu ke kepolisian setempat. Saat ini, kasus tersebut masih dalam penanganan aparat kepolisian.

Proses penggalian keterangan dari korban belum dapat dilakukan secara maksimal karena kondisinya masih mengalami trauma dan belum sepenuhnya sadar setelah penganiayaan.

Identitas serta keberadaan terduga pelaku belum dijelaskan lebih lanjut dalam keterangan yang tersedia. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus dugaan penganiayaan dan perampasan tersebut.(æ/red)