KARANGANYAR, BeritaTKP.com – Warga di kawasan lereng Gunung Lawu, tepatnya di wilayah Tengklik, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, dibuat resah setelah empat ekor kambing milik warga ditemukan mati secara misterius. Peristiwa tersebut memunculkan dugaan adanya serangan satwa liar di sekitar permukiman.

Meski demikian, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah belum dapat memastikan jenis hewan yang diduga menyerang ternak tersebut. Masyarakat diminta tidak terburu-buru menyimpulkan bahwa kematian kambing disebabkan oleh macan tutul atau satwa liar lainnya.

Kepala Seksi Konservasi Wilayah I BKSDA Jawa Tengah, Sudadi, menegaskan bahwa penyebab kematian ternak masih membutuhkan identifikasi lebih lanjut.

Ia meminta masyarakat menunggu hasil pemeriksaan sebelum menarik kesimpulan mengenai satwa yang diduga terlibat dalam kejadian tersebut.

Empat Kambing Ditemukan Mati

Sebelumnya, warga di kawasan Tengklik, Kecamatan Tawangmangu, dikejutkan dengan ditemukannya empat ekor kambing yang mati. Sebagian ternak ditemukan di dalam kandang, sedangkan kambing lainnya diduga dimangsa dan dibawa keluar dari kandang.

Wakapolsek Tawangmangu, Ipda Juwair, mewakili Kapolres Karanganyar, membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurutnya, kondisi dan lokasi penemuan ternak menjadi bagian penting untuk mengetahui penyebab kematian.

Dugaan awal mengarah pada kemungkinan adanya aktivitas satwa liar di sekitar permukiman. Namun, dugaan tersebut belum dapat dipastikan karena masih diperlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Dugaan Dampak Kebakaran Hutan Gunung Lawu

Peristiwa kematian ternak ini juga memunculkan kekhawatiran mengenai kemungkinan pergerakan satwa liar akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Gunung Lawu.

Kondisi habitat satwa dikhawatirkan mengalami gangguan akibat kebakaran tersebut. Meski demikian, BKSDA Jawa Tengah menegaskan bahwa hubungan antara kebakaran hutan dan dugaan kemunculan satwa liar di sekitar permukiman belum dapat dipastikan.

Dampak kebakaran terhadap habitat maupun pola pergerakan satwa masih membutuhkan kajian lebih lanjut.

Sejumlah satwa liar diketahui menghuni kawasan Gunung Lawu, di antaranya macan tutul, landak, berbagai jenis burung, serta monyet ekor panjang. Namun, keberadaan satwa-satwa tersebut tidak serta-merta membuktikan bahwa salah satunya menjadi penyebab kematian kambing milik warga.

BKSDA Siapkan Tim Antisipasi Satwa Liar

BKSDA Jawa Tengah menyatakan telah menyiapkan tim untuk mengantisipasi kemungkinan satwa liar memasuki kawasan permukiman di sekitar Gunung Lawu.

Jika ditemukan satwa yang dinilai perlu diamankan atau dievakuasi, petugas akan melakukan penanganan sesuai jenis satwa dan kondisi di lapangan.

BKSDA juga menyebutkan bahwa hingga Jumat (23/10/2026), pihaknya belum menerima laporan mengenai satwa liar yang turun ke permukiman sebagai dampak kebakaran Gunung Lawu.

Penanganan terhadap satwa yang diduga menyerang ternak nantinya akan ditentukan berdasarkan hasil identifikasi. Evakuasi tidak akan dilakukan secara otomatis, melainkan mempertimbangkan kebutuhan serta keselamatan satwa dan masyarakat.

Peternak Diimbau Tingkatkan Keamanan Kandang

Untuk mencegah kejadian serupa, BKSDA mengimbau masyarakat, khususnya peternak di sekitar lereng Gunung Lawu, agar meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat perlindungan terhadap ternak.

Warga diminta memastikan kandang dalam kondisi aman serta mempertimbangkan penambahan penerangan di sekitar lokasi pemeliharaan ternak.

Masyarakat juga diimbau tidak menyebarkan informasi yang belum terkonfirmasi mengenai jenis satwa yang diduga muncul di kawasan Tengklik.

Identifikasi yang tepat diperlukan agar penanganan dapat dilakukan sesuai kondisi sebenarnya, tanpa menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat maupun mengganggu keberadaan satwa liar di habitat alaminya.

Hingga kini, penyebab pasti kematian empat ekor kambing tersebut masih belum dapat dipastikan. Hasil identifikasi lebih lanjut diharapkan dapat menjawab dugaan mengenai penyebab kejadian yang meresahkan warga lereng Gunung Lawu tersebut.(æ/red)