TASIKMALAYA, BeritaTKP.com – Perkembangan terbaru terungkap dalam kasus hilangnya remaja berinisial DL (16), warga Kecamatan Bantarkalong, Kabupaten Tasikmalaya, yang ditemukan di Apartemen Tokyo PIK 2, Tangerang, Banten. Saat terdaftar sebagai penghuni apartemen tersebut, DL diketahui menggunakan identitas fiktif.
Kondisi remaja yang sempat dilaporkan hilang selama sembilan hari itu dilaporkan mulai membaik. Kepolisian bersama lembaga perlindungan anak kini memprioritaskan pemulihan psikologis korban sembari mendalami rangkaian peristiwa yang terjadi.
Kondisi Korban Mulai Membaik
Kanit PPA Satreskrim Polres Tasikmalaya, Aiptu Josner Ringgo, mengatakan DL mulai dapat diajak berkomunikasi. Sebelumnya, korban cenderung menutup diri dan hanya merespons pertanyaan melalui gerakan kepala atau isyarat.
Menurut Josner, perkembangan komunikasi korban menunjukkan kemajuan. Saat ini, DL berada di rumah aman untuk mendapatkan pendampingan.
Kepolisian bekerja sama dengan lembaga perlindungan anak agar pemulihan kondisi psikologis korban dapat berjalan dengan baik sebelum pemeriksaan lebih lanjut dilakukan.
Terdaftar di Apartemen Menggunakan Identitas Fiktif
Dalam penyelidikan, polisi menemukan fakta bahwa DL tercatat sebagai penghuni Apartemen Tokyo PIK 2 dengan menggunakan identitas yang bukan nama aslinya.
Meski demikian, kepolisian masih mendalami bagaimana remaja tersebut bisa berada di apartemen itu, termasuk kemungkinan motif dan rangkaian kejadian sebelum ditemukan.
Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya, AKP Heru Samsul Bahri, menyampaikan bahwa sejumlah saksi telah diperiksa untuk membantu mengungkap fakta secara menyeluruh.
Penyidik masih mengumpulkan keterangan sembari menunggu kondisi psikologis korban cukup stabil untuk mendukung proses pemeriksaan.
Polisi Dalami Motif Hilangnya Remaja
DL merupakan pelajar kelas satu SMK yang dilaporkan hilang sejak 2 Oktober 2026. Keberadaannya kemudian diketahui di Apartemen Tokyo PIK 2, Tangerang, Banten.
Polisi belum menyampaikan kesimpulan mengenai motif di balik peristiwa tersebut. Pendalaman terhadap saksi-saksi masih berlangsung untuk memastikan kronologi dan mengungkap kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat.
Penanganan kasus ini juga memperhatikan perlindungan identitas serta kebutuhan pemulihan korban yang masih berusia di bawah umur.
Kepolisian berharap proses penyelidikan dapat mengungkap fakta secara utuh tanpa mengabaikan keselamatan dan kondisi psikologis DL.(æ/red)





