BATANG, BeritaTKP.com — Sebanyak 34 warga Dukuh Rowosoko, Desa Rowobelang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi menu Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang dibagikan dalam kegiatan Posyandu.

Korban terdiri dari kelompok lansia hingga balita. Dugaan sementara, gangguan kesehatan tersebut berkaitan dengan makanan berupa bubur kacang hijau, tahu bacem, dan roti tawar yang dibagikan kepada peserta Posyandu pada Senin sore (21/9/2026).

Sejumlah warga mulai mengalami keluhan kesehatan beberapa jam setelah menyantap makanan tersebut. Gejala yang dirasakan antara lain mual, muntah, pusing, diare, hingga demam.

Camat Batang Luksono Pramudito menjelaskan, kegiatan Posyandu yang awalnya dijadwalkan berlangsung pada Senin pagi mengalami perubahan waktu karena adanya warga yang meninggal dunia. Akibatnya, pembagian menu PMT baru dilakukan pada sore hari, meskipun makanan tersebut telah dimasak sejak pagi.

“Kegiatan Posyandu baru dilaksanakan pada sore hari. Padahal menu PMT tersebut sudah dimasak sejak pagi hari,” ujar Luksono.

Program PMT tersebut diketahui menggunakan anggaran Dana Desa, sementara pengelolaannya dilakukan oleh kader kesehatan Desa Rowobelang.

Setelah mengalami keluhan, sejumlah warga mendapatkan penanganan medis. Korban dengan kondisi yang membutuhkan perawatan lebih lanjut dibawa ke RSUD Kalisari Batang, sementara warga dengan gejala lebih ringan mendapatkan penanganan dari tim medis Puskesmas Batang 3.

Kepala Instalasi RSUD Kalisari Batang Hifna Hendrianingsih mengatakan sebagian pasien mengalami keluhan serupa, mulai dari mual, muntah, diare, hingga demam. Beberapa hasil pemeriksaan juga menunjukkan adanya tanda infeksi.

“Keluhan yang dialami relatif serupa, mulai dari mual, muntah, diare hingga demam,” jelas Hifna.

Saat ini kondisi sebagian warga yang sebelumnya mendapatkan perawatan telah membaik dan diperbolehkan pulang. Sementara itu, sampel makanan PMT telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan laboratorium guna mengetahui penyebab pasti kejadian tersebut.

Kapolsek Batang Kota AKP Hozali mengatakan pihak kepolisian telah menerima laporan terkait dugaan keracunan tersebut. Sampel makanan kemudian diserahkan kepada Dinas Kesehatan Batang untuk dilakukan uji laboratorium.

Korban dalam kejadian ini diketahui memiliki rentang usia mulai dari 18 bulan hingga 68 tahun. Pemeriksaan lebih lanjut masih dilakukan untuk memastikan penyebab utama munculnya keluhan kesehatan pada warga.(æ/red)