Sulawesi, BeritaTKP.com – Sebanyak 3 ton sianida asal Filipina berhasil digagalkan masuk ke wilayah Indonesia melalui perairan Gorontalo. Bahan kimia tersebut diduga akan digunakan untuk aktivitas pertambangan emas ilegal di sejumlah wilayah Sulawesi.

Komandan Lanal Gorontalo, Letkol Marinir Andi Arif Mangkubumi, menyampaikan bahwa dugaan penggunaan sianida tersebut berkaitan dengan pola penyelundupan sebelumnya yang ditemukan di wilayah Gorontalo. Berdasarkan penelusuran aparat, sianida dengan merek serupa banyak digunakan dalam aktivitas pengolahan tambang emas ilegal.

Menurut Andi, distribusi sianida tersebut diduga menyasar wilayah Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Sulawesi Tengah yang masih ditemukan aktivitas pertambangan emas tanpa izin.

Aparat menduga tingginya permintaan terhadap sianida berkaitan dengan keuntungan ekonomi dari aktivitas tambang ilegal. Selain itu, kelangkaan pasokan bahan tersebut membuat harga sianida di lapangan meningkat.

Direktur Polisi Perairan dan Udara Polda Gorontalo, Kombes Pol Devy Firmansyah, mengatakan kondisi pasokan yang terbatas menyebabkan nilai jual sianida menjadi tinggi. Aparat masih melakukan pendalaman untuk mengetahui jaringan yang berada di balik pengiriman bahan tersebut.

Kejaksaan Tinggi Gorontalo juga mendorong agar proses penyelidikan tidak hanya berhenti pada pihak yang menjalankan aktivitas di lapangan. Aparat diminta menelusuri pihak yang diduga memiliki peran lebih besar dalam rantai distribusi sianida tersebut.

Asisten Pidana Umum Kejati Gorontalo, Guntur Triyono, menyatakan pengungkapan kasus ini diharapkan dapat membuka seluruh jaringan penyelundupan, termasuk pihak yang mengendalikan distribusi bahan berbahaya tersebut.

Saat ini, aparat masih melakukan penyidikan untuk mengungkap asal-usul, jalur pengiriman, serta pihak-pihak yang terlibat dalam dugaan penyelundupan 3 ton sianida tersebut.(æ/red)