Lampung, BeritaTKP.com – Serangkaian kecelakaan lalu lintas terjadi di Lampung akibat kondisi jalan yang menyempit karena antrean kendaraan di sekitar SPBU. Dalam beberapa hari terakhir, tercatat dua kejadian kecelakaan yang berkaitan dengan antrean kendaraan yang meluber hingga ke badan jalan.

Kecelakaan pertama terjadi di wilayah Natar, Lampung Selatan, pada Sabtu (19/9/2026). Seorang pengendara sepeda motor meninggal dunia setelah menabrak bagian belakang truk tronton yang sedang berhenti di bahu Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) karena mengantre pengisian BBM.

Tidak lama berselang, kecelakaan kembali terjadi di Jalan Pramuka, Kelurahan Langkapura, Kecamatan Kemiling, Kota Bandar Lampung, Selasa (22/9/2026). Dalam kejadian tersebut, empat kendaraan terlibat, yaitu dump truk, sepeda motor, Daihatsu Terios, dan Toyota Innova. Seorang pengendara motor mengalami luka dan mendapatkan perawatan medis.

Polisi masih melakukan penyelidikan terkait penyebab kecelakaan. Dump truk yang terlibat dalam insiden tersebut diduga mengalami gangguan pada sistem pengereman. Selain itu, kondisi jalan yang menyempit akibat antrean kendaraan berat juga menjadi perhatian.

Seorang saksi bernama Haryono mengatakan antrean panjang kendaraan di sisi jalan membuat pengguna jalan lain harus mengambil jalur berbeda. Menurutnya, antrean truk bahkan dapat memanjang hingga melewati area sekitar Dinas Sosial.

Kondisi tersebut membuat ruang gerak kendaraan menjadi terbatas dan meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan. Antrean kendaraan yang awalnya berada di area SPBU kemudian meluas hingga mengganggu arus lalu lintas umum.

Menanggapi kejadian tersebut, Pertamina Patra Niaga melakukan evaluasi terhadap sistem pengaturan antrean BBM. Setiap SPBU diwajibkan memiliki petugas marshal untuk membantu mengatur kendaraan yang mengantre.

Pertamina juga akan mengevaluasi pelaksanaan pengaturan antrean di lapangan dan meminta pengelola SPBU berkoordinasi dengan aparat apabila antrean mulai memenuhi badan jalan.

Sementara itu, Polda Lampung melakukan pendataan terhadap seluruh SPBU di wilayah Lampung untuk mengetahui penyebab panjangnya antrean BBM bersubsidi. Pendataan tersebut mencakup lokasi SPBU, pemilik, serta jumlah kuota BBM harian.

Hasil pendataan nantinya akan dibandingkan dengan data penyaluran dari pihak terkait untuk mengetahui kondisi distribusi BBM bersubsidi dan faktor yang menyebabkan antrean panjang di sejumlah wilayah.(æ/red)