BANJARMASIN, BeritaTKP.com – Tim SAR gabungan memperluas pencarian korban KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di Laut Jawa dengan melibatkan masyarakat pesisir di wilayah Kalimantan hingga Pulau Jawa.
Basarnas mengimbau masyarakat pesisir yang menemukan korban atau benda terkait kecelakaan kapal tersebut agar segera melaporkan kepada petugas untuk mempercepat proses evakuasi.
Penyebaran Informasi ke Wilayah Pesisir
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin sekaligus SAR Mission Coordinator, I Putu Sudayana, mengatakan penyebarluasan informasi menjadi salah satu strategi dalam operasi pencarian.
Informasi pencarian disampaikan kepada:
- masyarakat pesisir Kalimantan Tengah,
- Kalimantan Barat,
- wilayah pesisir Jawa mulai Surabaya hingga Semarang,
- serta kapal-kapal yang beroperasi di sekitar lokasi melalui e-broadcast dan maklumat pelayaran.
Langkah tersebut dilakukan agar apabila ada penemuan korban di luar area operasi utama, laporan dapat segera diterima dan ditindaklanjuti oleh tim SAR.
Kondisi Operasi Hari ke-10
Dalam operasi SAR hari ke-10, tim penyelam gabungan berhasil menemukan tiga korban meninggal dunia pada Selasa pagi.
Namun, pencarian pada sore hari mengalami kendala akibat kondisi cuaca. Gelombang laut meningkat dengan tinggi sekitar 2 hingga 2,5 meter, sehingga penyelaman hanya dapat dilakukan satu kali dan belum menemukan tambahan korban.
“Pagi hari tim penyelam gabungan berhasil menemukan tiga korban meninggal. Namun untuk penyelaman sore hasil masih nihil,” ujar Putu.
Korban Diperkirakan Masih Berada di Dalam Kapal
Terkait kekhawatiran korban terbawa arus setelah beberapa bagian kapal dibuka, Putu menjelaskan bahwa posisi korban yang masih berada di dalam ruangan kapal membuat kemungkinan terbawa arus bawah laut lebih kecil.
Tim SAR tetap memprioritaskan keselamatan penyelam selama proses evakuasi berlangsung karena kondisi bangkai kapal yang tidak stabil dan berada dalam posisi terbalik.
Fokus Evakuasi Bangkai Kapal
Sebelumnya, penyelam gabungan melakukan pencarian dengan membuka akses beberapa bagian kapal, terutama area kamar penumpang yang diduga menjadi lokasi korban terjebak.
Tim yang terlibat dalam operasi ini terdiri dari unsur:
- Basarnas Special Group (BSG),
- Kopaska,
- Pangkoarmada II TNI AL,
- PT Jasalindo,
- serta unsur gabungan lainnya.
Operasi pencarian akan terus dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi cuaca, arus laut, dan keselamatan personel di lapangan.(æ/red)





