SUKOHARJO, BeritaTKP – Sebuah warung makan di Desa Parangjoro, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, menjadi sasaran aksi pembakaran oleh empat orang tak dikenal pada Sabtu, 12 September 2026 dini hari.
Warung Mi dan Babi Tepi Sawah tersebut didatangi para pelaku sekitar pukul 04.15 WIB. Mereka disebut mengenakan penutup wajah, helm, dan jaket, serta membawa senjata tajam dan cairan yang diduga bensin.
Aksi itu mengakibatkan sejumlah fasilitas warung mengalami kerusakan dan terbakar. Polisi kini melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas para pelaku serta motif di balik kejadian tersebut.
Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito Hadi Prabowo membenarkan adanya insiden pembakaran itu. Setelah menerima laporan, polisi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara dan memeriksa saksi.
Karyawan Warung Ditodong Senjata Tajam
Salah satu karyawan warung, Ali Qoirun Rosyid (30), berada di lokasi saat kejadian.
Ali mengaku sedang tidur di kamar bagian depan ketika empat orang bertopeng mendatangi warung. Para pelaku kemudian mendobrak pintu kamar tempat ia beristirahat.
Salah seorang pelaku disebut membawa senjata tajam dan mengancam Ali agar tidak melakukan perlawanan.
Ali kemudian diperintahkan untuk jongkok dan tetap diam di sekitar etalase dapur.
Sementara itu, pelaku lainnya mulai melakukan perusakan di sejumlah bagian warung.
Motor dan Piano Disiram Cairan Diduga Bensin
Dua pelaku disebut menuangkan cairan dari dalam botol ke sepeda motor Yamaha Mio milik Ali dan sebuah piano kayu yang berada di dekatnya.
Cairan tersebut diduga merupakan bensin.
Setelah itu, kedua benda tersebut dibakar. Seorang pelaku lainnya juga merusak kaca etalase dapur.
Aksi para pelaku berlangsung selama sekitar 30 hingga 45 menit sebelum akhirnya mereka meninggalkan lokasi dengan menggunakan sepeda motor.
Api Dipadamkan dengan Belasan APAR
Setelah para pelaku pergi, Ali segera membangunkan rekannya, Setiyo Purnomo.
Keduanya kemudian meminta bantuan petugas keamanan pabrik yang berada di sekitar lokasi.
Api berusaha dipadamkan dengan menggunakan sekitar 11 hingga 12 alat pemadam api ringan atau APAR sebelum petugas pemadam kebakaran Kabupaten Sukoharjo tiba.
Upaya tersebut membantu mencegah api merambat lebih luas ke bagian bangunan lainnya.
Kerugian Ditaksir Rp30 Juta
Pemilik warung, Jodi Sutanto, memperkirakan total kerugian akibat peristiwa tersebut mencapai sekitar Rp30 juta.
Sejumlah barang dilaporkan mengalami kerusakan, antara lain genset, sepeda motor, beberapa mesin, DVR, televisi, komputer kasir, tablet, hingga piano.
Selain itu, beberapa bagian bangunan seperti ruang dapur, gudang kecil, dan kamar tidur karyawan juga terdampak kebakaran.
Jodi menduga aksi tersebut bukan dilakukan secara spontan karena para pelaku datang dengan membawa perlengkapan yang telah dipersiapkan.
Meski demikian, ia menyerahkan sepenuhnya pengungkapan motif kepada pihak kepolisian.
CCTV Ikut Rusak dalam Kebakaran
Salah satu kendala penyelidikan adalah kerusakan perangkat kamera pengawas di lokasi kejadian.
Perangkat penyimpanan rekaman CCTV yang berada di kamar karyawan ikut terbakar.
Namun, masih terdapat dua kamera pengawas yang menggunakan kartu memori. Perangkat tersebut kini diperiksa oleh pihak kepolisian untuk mencari petunjuk mengenai identitas para pelaku.
Pemilik warung juga menyebut kejadian itu membuat salah satu karyawannya mengalami trauma.
Polisi Periksa Saksi dan Libatkan Labfor
Polres Sukoharjo telah memeriksa sedikitnya dua orang saksi terkait aksi pembakaran tersebut.
Polisi juga berkoordinasi dengan Laboratorium Forensik Polda Jawa Tengah untuk membantu penyelidikan, termasuk mendalami penyebab kebakaran dan barang bukti yang ditemukan di lokasi.
Area warung masih dipasangi garis polisi selama proses penyelidikan berlangsung.
Pemilik warung menyatakan akan menempuh jalur hukum dengan membuat laporan resmi ke Polres Sukoharjo.
Penyelidikan masih terus dilakukan untuk mengungkap identitas empat pelaku bertopeng sekaligus mengetahui motif di balik aksi pembakaran dan perusakan tersebut.(æ/red)