Banjarmasin, BeritaTKP— Musibah yang menimpa KM Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa menyisakan cerita menegangkan dari para penumpang yang berhasil diselamatkan.
Salah satu korban selamat, Ahmad Saudi, menceritakan bagaimana dirinya menyadari kapal mulai mengalami kemiringan hingga akhirnya harus berusaha menyelamatkan diri.
Ahmad mengaku saat kejadian dirinya sedang tertidur. Ia terbangun setelah mendengar dan melihat kepanikan penumpang lain yang mulai berlarian.
Kapal Mendadak Miring
Saat terbangun, Ahmad sempat bertanya kepada penumpang lain mengenai kondisi kapal.
“Saya tanyakan, kenapa pak, kapal miring, kapal miring,” ujar Ahmad seperti dikutip dari keterangannya kepada media.
Setelah berdiri, Ahmad menyadari kapal memang telah mengalami kemiringan. Situasi kemudian membuatnya bergegas menuju bagian bawah kapal untuk mencari posisi yang lebih aman.
Namun, kondisi kapal semakin memburuk. Ahmad kemudian bergerak menuju bagian atas kapal yang saat itu mulai dalam kondisi berbahaya.
Tak Ada Pemberitahuan dari Kru
Ahmad juga mengungkapkan bahwa sebelum kapal mengalami kemiringan parah, dirinya tidak mendengar adanya pemberitahuan dari kru kapal.
Menurut pengakuannya, alarm peringatan pun tidak terdengar.
Dalam situasi tersebut, Ahmad kemudian melihat peralatan keselamatan yang tersedia dan berusaha menyelamatkan diri ketika kesempatan memungkinkan.
“Kapal karet itu keluar, saya baru loncat,” tuturnya.
Pengalaman tersebut membuat Ahmad masih merasakan trauma setelah berhasil dievakuasi.
Ahmad Dalam Perjalanan Membawa Bus
Ahmad Saudi diketahui merupakan warga asal Surabaya yang kini tinggal di Banjarbaru.
Ia berada dalam perjalanan menuju Kalimantan setelah mengambil sebuah bus dari Surabaya. Perjalanan yang semula menjadi aktivitas biasa berubah menjadi situasi darurat setelah KM Virgo Transport 8 mengalami kecelakaan di Laut Jawa.
Setelah berhasil dievakuasi, Ahmad bersama korban selamat lainnya dibawa menggunakan kapal bantuan MV Kaida dan tiba di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Minggu malam (13/9/2026).
Sejumlah korban selamat disebut mengalami gangguan pernapasan, trauma, hingga sempat kehilangan kesadaran. Petugas kemudian memberikan penanganan awal setibanya mereka di pelabuhan.
Ratusan Penumpang Masih Dalam Pencarian
Berdasarkan data sementara Basarnas yang tercantum dalam laporan tersebut, 107 orang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.
Sementara itu, 6 orang dinyatakan meninggal dunia, sedangkan 130 orang lainnya masih dalam pencarian.
Operasi SAR terus dilakukan dengan melibatkan unsur gabungan. Basarnas mengerahkan 15 armada laut dan udara, terdiri dari 11 kapal, satu helikopter, dan tiga pesawat untuk mendukung pencarian di sekitar lokasi kejadian.
Pencarian dilakukan di tengah kondisi perairan Laut Jawa yang disebut menghadapi gelombang tinggi hingga sekitar 2,5 meter.
Tim SAR masih berupaya menemukan korban yang belum diketahui keberadaannya sekaligus memastikan seluruh proses evakuasi berjalan maksimal.
Keterangan Ahmad menjadi salah satu gambaran mengenai kepanikan penumpang ketika kapal mulai mengalami masalah. Sementara penyebab pasti kecelakaan dan rangkaian kejadian hingga KM Virgo Transport 8 tenggelam masih menjadi bagian dari penanganan dan penyelidikan pihak berwenang.(æ/red)