SELAT SUNDA, BeritaTKP — Harapan baru muncul dalam pencarian lima jurnalis dan tiga kru speedboat yang hilang kontak di perairan Selat Sunda saat melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Memasuki hari keenam pencarian, Minggu (13/9/2026), Tim SAR Gabungan menemukan sebuah terpal berwarna biru dan galon kosong yang mengapung di perairan antara Gunung Anak Krakatau dan Pulau Sebesi.
Kedua benda tersebut ditemukan oleh Tim SAR Lampung menggunakan RIB 02. Karena berada di wilayah operasi pencarian, temuan itu langsung diamankan untuk menjalani proses identifikasi.
Belum Dipastikan Berkaitan dengan Speedboat
Kepala Basarnas Lampung Deden Ridwansyah membenarkan adanya temuan tersebut.
Namun, Basarnas belum dapat memastikan apakah terpal dan galon tersebut berasal dari speedboat yang membawa rombongan jurnalis dan kru yang hingga kini belum ditemukan.
“Memang benar ada temuan itu siang tadi oleh tim RIB 02. Kemudian terpal dan galon itu langsung dibawa ke Posko Banten guna dilakukan identifikasi,” ujar Deden.
Menurutnya, proses identifikasi diperlukan untuk mengetahui asal-usul kedua benda tersebut.
Jika nantinya terbukti berkaitan dengan speedboat yang hilang, temuan itu dapat menjadi petunjuk bagi Tim SAR untuk mempersempit wilayah pencarian.
“Belum tahu, karena harus dilakukan identifikasi dulu, apakah memang itu benar bagian dari kapal speedboat atau bukan,” jelasnya.
Sebelumnya Ditemukan Sejumlah Benda
Temuan terpal biru dan galon bukan menjadi benda pertama yang ditemukan dalam operasi pencarian.
Sebelumnya, Tim SAR Gabungan juga menemukan sejumlah barang lain, di antaranya dua jaket pelampung, satu jeriken, dan satu helm pengaman.
Seluruh temuan tersebut diamankan dan menjadi bagian dari proses penelusuran untuk mengetahui apakah memiliki keterkaitan dengan rombongan yang hilang.
Meski demikian, hingga hasil identifikasi keluar, seluruh benda tersebut belum dapat dipastikan berasal dari speedboat yang membawa delapan orang tersebut.
Delapan Orang Hilang Kontak
Lima jurnalis dan tiga kru speedboat dilaporkan hilang kontak ketika melakukan perjalanan menuju kawasan Gunung Anak Krakatau untuk meliput aktivitas erupsi.
Rombongan berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.
Komunikasi terakhir dengan rombongan tercatat sekitar pukul 15.04 WIB. Sebelumnya, salah seorang jurnalis juga sempat mengirimkan titik lokasi terakhir sekitar pukul 14.42 WIB.
Laporan hilangnya rombongan kemudian diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten pada Selasa (8/9/2026).
Sejak saat itu, operasi SAR gabungan terus dilakukan dengan menyisir sejumlah wilayah perairan di sekitar Selat Sunda.
Pencarian Memasuki Hari Ketujuh
Lima jurnalis yang berada dalam rombongan tersebut diketahui berasal dari sejumlah media, yakni M. Bagus Khoirunnas dari Antara, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, serta Donal yang merupakan jurnalis freelance.
Memasuki hari ketujuh pencarian pada Senin (14/9/2026), keberadaan seluruh rombongan masih belum diketahui.
Temuan terpal biru dan galon kosong kini menjadi salah satu benda yang tengah diperiksa untuk mengetahui kemungkinan keterkaitannya dengan speedboat tersebut.
Tim SAR masih terus melakukan pencarian dan mengimbau masyarakat agar tidak membuat kesimpulan sebelum hasil identifikasi maupun informasi resmi dari pihak berwenang diterbitkan.
Misteri hilangnya delapan orang tersebut masih menjadi pekerjaan besar bagi tim gabungan. Setiap temuan di laut kini menjadi petunjuk yang harus diperiksa dengan cermat.(æ/red)