SIKKA, BeritaTKP – Musibah gempa bumi di Flores menyisakan persoalan lain. Seorang remaja berusia 15 tahun berinisial R, warga Desa Nangahale, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), dilaporkan menjadi korban dugaan kekerasan seksual saat berada di wilayah pengungsian.
Kasus tersebut telah dilaporkan pihak keluarga kepada kepolisian. Satreskrim Polres Sikka kini melakukan penyelidikan untuk mengungkap dugaan tindak pidana tersebut.
Kasi Humas Polres Sikka, Ipda Leonardus Tunga, membenarkan adanya laporan tersebut pada Jumat (4/9/2026).
Menurutnya, laporan telah diterima dan penyidik sedang melakukan penanganan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Korban Diduga Diajak ke Rumah Kosong
Peristiwa itu disebut terjadi pada Selasa, 18 Agustus 2026, di Desa Nangahale, Kecamatan Talibura.
Polisi menjelaskan, lokasi kejadian bukan berada di tenda atau tempat pengungsian. Dugaan tindak kekerasan seksual tersebut terjadi di sebuah rumah warga yang ditinggalkan sementara karena pemiliknya mengungsi.
Dalam laporan yang diterima polisi, korban diduga diajak oleh seorang pria dewasa berinisial M ke rumah kosong tersebut. Di lokasi itu kemudian terjadi dugaan tindak pidana kekerasan seksual.
Kasus tersebut selanjutnya dilaporkan korban kepada kepolisian. Laporan resmi diterima melalui SPKT Polres Sikka pada Rabu, 19 Agustus 2026.
Polisi Periksa Korban dan Saksi
Dalam proses penyelidikan, penyidik telah melakukan sejumlah langkah. Di antaranya menerima laporan, mengajukan pemeriksaan medis melalui Visum et Repertum, serta meminta keterangan dari pelapor, korban, dan sejumlah saksi.
Polisi juga masih mengumpulkan berbagai informasi serta alat bukti untuk memastikan rangkaian peristiwa yang dilaporkan.
Ipda Leonardus menegaskan perkara tersebut masih dalam tahap penyelidikan.
Penyidik Satreskrim Polres Sikka akan menentukan langkah hukum berikutnya berdasarkan hasil pemeriksaan dan kecukupan alat bukti.
Kasus ini menjadi perhatian karena dugaan peristiwa tersebut terjadi ketika masyarakat sedang berada dalam kondisi rentan akibat bencana dan harus meninggalkan rumah untuk mengungsi.(æ/red)