REMBANG, BeritaTKP – Pemerintah Kabupaten Rembang mengambil langkah tegas setelah 777 siswa, guru, dan tenaga kependidikan mengalami keluhan kesehatan usai menyantap makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Operasional dapur SPPG Soditan Lasem diputuskan untuk dihentikan sementara mulai Jumat (4/9/2026). Penghentian dilakukan sebagai bagian dari evaluasi dan penelusuran penyebab kejadian yang terjadi di SMK Negeri 1 Lasem.
Sekretaris Daerah Kabupaten Rembang, Fahrudin, mengatakan penghentian sementara diperlukan agar pengelola SPPG dapat dievaluasi dan penanganan kejadian bisa dilakukan secara menyeluruh.
“Operasionalnya mulai besok diberhentikan sementara untuk dikaji ulang dan bagaimana penanganannya selanjutnya,” ujar Fahrudin, Kamis (3/9/2026).
777 Orang Mengalami Keluhan Kesehatan
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang, Ali Syofii, menyebut jumlah warga sekolah yang terdampak mencapai 777 orang.
Dari angka tersebut, sebanyak 752 merupakan siswa, sedangkan 25 lainnya adalah guru dan tenaga kependidikan.
Keluhan yang dilaporkan antara lain diare, mual, dan muntah. Penanganan diberikan sesuai kondisi masing-masing, mulai dari rawat jalan hingga rawat inap.
Puskesmas Lasem tercatat menerima 21 siswa. Lima di antaranya harus menjalani rawat inap, sedangkan 16 siswa lainnya mendapatkan perawatan jalan.
Selain itu, dua siswa memperoleh penanganan di Puskesmas Pancur dan satu siswa lainnya berobat di dokter praktik perorangan di wilayah Lasem.
Lima Siswa Dirawat Inap
Lima siswa yang menjalani rawat inap mengalami keluhan berupa mual, muntah, dan diare dengan frekuensi cukup sering.
Tim medis memutuskan melakukan perawatan karena kondisi tersebut dinilai berpotensi menyebabkan kekurangan cairan sehingga membutuhkan pemantauan lebih lanjut.
Meski demikian, Dinas Kesehatan Rembang masih menunggu hasil pemeriksaan untuk memastikan penyebab gangguan kesehatan yang dialami para siswa dan tenaga pendidik.
Sampel Makanan Dikirim ke Laboratorium
Makanan yang dikonsumsi pada Rabu (2/9/2026) menjadi bagian dari penelusuran. Menu MBG yang dibagikan saat itu terdiri dari nasi, ayam bakar, lalapan, dan buah semangka.
Dinas Kesehatan menemukan adanya indikasi awal terkait kondisi salah satu komponen makanan. Namun, dugaan tersebut belum dapat dijadikan kesimpulan penyebab kejadian.
Sampel makanan telah diambil dan akan diperiksa di laboratorium untuk mengetahui kemungkinan adanya kontaminasi maupun faktor lain.
Pemeriksaan meliputi uji kimia dan bakteriologis. Hasil laboratorium nantinya akan menjadi dasar untuk menentukan penyebab kejadian secara lebih akurat.
Biaya Perawatan Ditanggung Pengelola SPPG
Pemkab Rembang juga memastikan siswa maupun warga sekolah yang membutuhkan perawatan tetap mendapatkan penanganan medis.
Untuk biaya pengobatan, baik bagi korban yang menjalani rawat inap maupun rawat jalan, pihak SPPG disebut akan menanggung biaya tersebut.
Penghentian sementara operasional SPPG Soditan Lasem diharapkan dapat menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap proses penyediaan makanan MBG, sembari menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
Hingga saat ini, penyebab pasti munculnya keluhan kesehatan pada 777 orang tersebut masih dalam proses penyelidikan.(æ/red)