SURABAYA,BeritaTKP.com – Kasus penemuan mahasiswi yang melahirkan seorang diri di dalam kamar kos di kawasan Gubeng Kertajaya, Surabaya, pada Rabu (5/8/2026) lalu, menyisakan cerita pilu. Mahasiswi asal Temanggung, Jawa Tengah, yang tercatat sebagai mahasiswi semester akhir jurusan vokasi paramedik veteriner tersebut mengaku harus menanggung semuanya seorang diri setelah ditinggal oleh sang kekasih.

Fakta tersebut terungkap saat mahasiswi tersebut berbincang langsung dengan Kapolrestabes Surabaya, Kombes Luthfie Sulistiawan, dalam sebuah video yang diunggah di akun Instagram resmi kepolisian.

Hubungan Singkat dan Putus Komunikasi Sejak Juni

Di hadapan Kapolrestabes, mahasiswi itu membeberkan bahwa hubungan asmara antara dirinya dengan sang pria tergolong sangat singkat. Keduanya baru berpacaran selama kurang lebih satu bulan sebelum akhirnya komunikasi mereka terputus total sejak Juni 2026.

“Baru sebulan,” ujar mahasiswi tersebut saat ditanya ihwal durasi pacarannya oleh Kombes Luthfie.

Ketika disinggung mengenai tanggung jawab kekasihnya terhadap kehamilan tersebut, korban mengaku tidak pernah sempat membicarakannya secara serius lantaran komunikasi di antara mereka memang sudah tidak berjalan dengan baik. Sang kekasih bahkan disebut tidak ingin lagi menemuinya. “Ngomongin tentang tanggung jawab gitu enggak, nggak komunikatif gitu,” ungkapnya.

Kronologi Penemuan dan Kondisi Bayi

Peristiwa mengejutkan ini bermula pada Rabu (5/8/2026) pagi. Warga dan anak pemilik kos sempat mendengar suara tangisan bayi dari dalam kamar korban sekitar pukul 08.00 WIB. Karena curiga, pintu kamar kos akhirnya didobrak dan mendapati korban tergeletak dalam kondisi pingsan seorang diri.

Korban bersama sang bayi kemudian segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis darurat. Kendati demikian, nyawa sang bayi tidak berhasil diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia.

Saat ini, kamar kos tempat kejadian telah dipasangi garis polisi. Jajaran Polrestabes Surabaya masih terus mendalami keterangan dari saksi-saksi serta mengumpulkan barang bukti guna mengungkap secara utuh peristiwa di balik kejadian tersebut.(æ/red)