LAMPUNG TIMUR, BeritaTKP.com – Penemuan seorang bayi perempuan di area pekarangan belakang rumah warga menggemparkan masyarakat Dusun Peluasan, Desa Terbanggi Marga, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Lampung Timur. Bayi yang diduga baru saja dilahirkan tersebut ditemukan dalam kondisi memprihatinkan di dalam sebuah kantong plastik.

Insiden ini memicu respons cepat dari otoritas tertinggi daerah, di mana Bupati Lampung Timur bersama jajaran dinas terkait langsung turun tangan untuk memastikan keselamatan sang bayi. Di sisi lain, aparat kepolisian kini tengah melakukan perburuan intensif untuk melacak keberadaan orang tua kandung yang tega membuang darah dagingnya sendiri.

Kronologi Penemuan Berawal dari Suara Tangisan

Peristiwa mencekam ini terjadi pada Senin pagi, 15 Juni 2026. Berdasarkan data dari Polres Lampung Timur, urutan kronologi penemuan bayi tersebut adalah sebagai berikut:

  • Sinyal Suara Tangisan (09.53 WIB): Seorang warga setempat yang sedang beraktivitas mendadak mendengar suara tangisan lirih yang bersumber dari area belakang rumahnya.
  • Penyisiran di Belakang Salon (10.00 WIB): Warga kemudian melakukan pengecekan ke titik sumber suara yang berada di area belakang sebuah bangunan salon. Di lokasi tersebut, ditemukan sebuah kantong plastik kresek berwarna merah yang mencurigakan.
  • Evakuasi Kondisi Bayi: Saat kantong plastik tersebut dibuka, warga terkejut mendapati seorang bayi perempuan yang dibungkus selembar handuk dan pakaian lainnya. Bayi tersebut diduga kuat baru saja dilahirkan secara mandiri karena organ tali pusarnya ditemukan masih menempel pada tubuhnya.

Beruntung, mukjizat masih berpihak pada sang bayi. Saat dievakuasi dari dalam plastik, ia ditemukan dalam kondisi bernyawa dan stabil. Warga pun langsung melarikan bayi tersebut ke fasilitas kesehatan terdekat.

Intervensi Medis dan Atensi Khusus Bupati

Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, mengonfirmasi bahwa jajaran pemerintah daerah telah mengaktifkan protokol perlindungan anak darurat begitu menerima laporan tersebut. Koordinasi lintas instansi langsung digerakkan untuk memberikan perawatan terbaik.

Pernyataan Resmi Bupati Ela Siti Nuryamah:

“Kasus ini sudah ditangani sepenuhnya. Saat ini bayi telah dievakuasi ke RSUD untuk menjalani proses observasi medis secara intensif. Sejak awal ditemukan, bidan desa, pihak puskesmas, Dinas Sosial, serta Dinas Kesehatan secara kolektif berkolaborasi memberikan penanganan penunjang hidup terbaik agar kondisi kesehatan bayi perempuan ini tetap stabil.”

Penyelidikan Sektor Hukum oleh Kepolisian

Secara paralel, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lampung Timur telah membuka posko penyelidikan untuk mengusut tuntas aspek pidana dari kasus penelantaran anak ini.

Kasat Reskrim Polres Lampung Timur, AKP Stefanus Reinaldo Fajar Nuswantoro Boyoh, menegaskan bahwa tim penyidik tengah melakukan pendalaman materiil di sekitar lokasi penemuan. Polisi saat ini fokus mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi mata, memeriksa kemungkinan adanya rekaman CCTV di sekitar perimeter salon, serta melakukan pendataan terhadap warga desa yang terindikasi baru saja menjalani proses persalinan dalam waktu dekat.(æ/red)