Sikka, BeritaTKP.com – Kasus kematian STN (15), siswi SMP yang ditemukan tewas di aliran Kali Watuwogat, Desa Rubit, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), mulai menemui titik terang. Polisi telah mengamankan dua orang terduga pelaku yang memiliki keterkaitan dengan korban.
Keduanya merupakan FGR (16), kakak kelas korban, serta ayahnya berinisial SG (40).
Ditangkap di Lokasi Berbeda
Tim Buser Polres Sikka menangkap SG di wilayah Nebe pada Selasa (24/2/2026) sekitar pukul 09.00 WITA. Sementara FGR diamankan di rumah keluarganya di Kampung Wolotopo, Kabupaten Ende, pada hari yang sama.
Kepala Desa Rubit, Polikarpus Heret, membenarkan bahwa dua orang yang diamankan merupakan warganya.
“Keduanya bapak dan anak yang tinggal di Kampung Woloklereng, Desa Rubit. Saat ini sudah dibawa ke Mapolres Sikka,” ujarnya, Kamis (26/2/2026).
Korban Sempat Dilaporkan Hilang
Sebelumnya, korban dilaporkan hilang sejak Jumat, 20 Februari 2026. Berdasarkan keterangan keluarga, korban pamit untuk mengambil gitar di rumah FGR sebelum dinyatakan tidak kembali.
Setelah dilakukan pencarian selama empat hari, jasad korban ditemukan warga di Kali Watuwogat pada Senin, 23 Februari 2026 siang.
Masih Dalam Pemeriksaan
Kasi Humas Polres Sikka Ipda Leonardus Tunga membenarkan adanya penangkapan tersebut. Ia menyatakan kedua terduga pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif.
“Yang bersangkutan masih diperiksa,” ujarnya.
Polisi belum memberikan keterangan lebih lanjut terkait peran masing-masing terduga pelaku dalam kasus tersebut.
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis di RSUD Tc. Hillers Maumere, korban diduga mengalami kekerasan sebelum meninggal dunia. Namun, pihak kepolisian masih mendalami motif dan kronologi lengkap kejadian. Kasus ini masih dalam proses penyidikan lebih lanjut oleh Polres Sikka.(æ/red)





