SAMARINDA, BeritaTKP.com — Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri menangkap seorang pria bernama Firnandes alias Nando, yang diduga berperan sebagai bandar sekaligus pengendali lapak narkoba di kawasan Gang Langgar, Kota Samarinda, Kalimantan Timur.

Penangkapan tersebut merupakan bagian dari pengembangan kasus penggerebekan kampung narkoba di Gang Langgar yang sebelumnya dilakukan oleh tim gabungan Bareskrim Polri.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, mengatakan Nando diamankan saat berada di salah satu kamar hotel di Samarinda bersama pacarnya berinisial WA.

“Tersangka atas nama Firnandes alias Nando kami amankan di dalam kamar suites hotel di Samarinda saat sedang staycation bareng pacarnya inisial WA,” kata Eko, Senin (18/5/2026).

Penangkapan Nando dilakukan oleh tim gabungan Subdit IV Dittipidnarkoba Bareskrim Polri dan Satgas NIC Bareskrim Polri yang dipimpin oleh Kombes Handik Zusen dan Kombes Kevin Leleury pada Jumat (15/5/2026) pagi.

Menurut Eko, Nando diduga memiliki peran penting dalam jaringan peredaran narkoba di kawasan Gang Langgar. Ia disebut sebagai pengendali lapak kampung narkoba tersebut.

“Tersangka Firnandes alias Nando ini merupakan bandar narkoba sebagai pengendali di lapak kampung narkoba di Gang Langgar,” imbuhnya.

Dalam penangkapan itu, polisi menyita sejumlah barang bukti dari tangan Nando, di antaranya dua unit telepon genggam dan uang tunai sebesar Rp10 juta.

Polisi kemudian melakukan penggeledahan di rumah Nando yang berada di Gang Langgar Blok C, Baqa, Kecamatan Samarinda Seberang, Kota Samarinda. Dari lokasi tersebut, petugas menyita sejumlah barang bukti lain, seperti satu set komputer, drone DJI Mavic, tas, MacBook, ponsel, dan handy talky atau HT.

Brigjen Eko menjelaskan, Nando merupakan pengendali lapak yang dipercaya oleh pemilik lapak kampung narkoba bernama H Endi, yang disebut sebagai ayah kandung Nando. Saat ini, H Endi masih masuk dalam daftar pencarian orang atau DPO.

“Bapaknya itu pemilik lapak, H Endi, yang bersangkutan masih DPO. H Endi ini bawahan dari H Sudin yang juga DPO,” jelas Eko.

Saat diinterogasi, Nando mengaku memiliki tugas mengawasi orang-orang di lapangan yang berjaga di kawasan Gang Langgar. Para penjaga tersebut disebut bertugas memantau situasi, termasuk apabila ada aparat kepolisian yang masuk ke wilayah tersebut.

“Saya ngawasin anak-anak di lapangan yang mengawasin jaga-jaga kalau ada polisi masuk,” kata Nando.

Dari penangkapan Nando, polisi kemudian melakukan pengembangan hingga akhirnya menggerebek kawasan Gang Langgar. Dalam operasi tersebut, total 11 tersangka berhasil diamankan.

Seluruh tersangka kemudian dibawa ke Bareskrim Polri untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Polisi juga masih memburu sejumlah pihak lain yang diduga terlibat dalam jaringan peredaran narkoba di kawasan tersebut.(æ/red)