Ngada, BeritaTKP.com – Warga Dusun Sawasina, Desa Nuruwolo, Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, berduka atas meninggalnya seorang siswa kelas IV sekolah dasar berinisial YBS (10). Peristiwa ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat setempat.

Camat Jerebuu Bernardus H. Tage menyampaikan, berdasarkan keterangan para tetangga, YBS dikenal sebagai anak yang baik, pendiam, dan rajin belajar, meskipun hidup dalam keterbatasan ekonomi.

“Menurut tetangga, anaknya baik, jarang terlihat sedih, dan rajin belajar. Kondisi ekonomi keluarganya memang sangat terbatas,” ujar Bernardus.

Sehari sebelum peristiwa, YBS sempat menginap di rumah ibunya. Saat itu, ia meminta dibelikan buku dan pensil. Namun, permintaan tersebut belum dapat dipenuhi karena keterbatasan ekonomi keluarga.

“Ibunya tidak memiliki uang. Ayah YBS telah meninggal dunia sejak YBS masih dalam kandungan,” jelas Bernardus.

Tinggal Bersama Nenek

Selama ini, YBS diketahui tinggal bersama neneknya yang berusia sekitar 80 tahun. Sementara itu, ibu korban tinggal di kampung lain bersama anggota keluarga lainnya.

Bernardus menyebutkan, pada Kamis pagi, warga sempat melihat YBS berada di sekitar rumah neneknya, padahal pada waktu tersebut ia seharusnya berangkat ke sekolah.

Beberapa jam kemudian, warga yang berada di sekitar lokasi menemukan YBS dalam kondisi tidak bernyawa. Kejadian tersebut segera dilaporkan kepada aparat setempat.

Ibu korban, MGT (47), menuturkan bahwa pada malam sebelumnya YBS menginap di rumahnya. Pagi harinya, sekitar pukul 06.00 WITA, YBS diantar menuju rumah neneknya.

“Saya sempat menasihati dia agar rajin bersekolah dan memahami kondisi ekonomi keluarga yang serba terbatas,” tutur MGT.

Surat untuk Ibu

Aparat Polres Ngada mengonfirmasi adanya secercik kertas bertulis tangan yang diduga merupakan pesan perpisahan YBS kepada ibu dan keluarganya, ditulis menggunakan bahasa daerah setempat. Isi surat tersebut menyampaikan pesan perpisahan dan permintaan agar sang ibu tidak bersedih.

Tulisan tangan tersebut turut disertai gambar sederhana dengan simbol ekspresi sedih.

Tulisan tangan YBS (10), siswa kelas IV pada salah satu sekolah dasar di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), sebelum ditemukan tewas gantung diri. 

Catatan Penting

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi semua pihak akan pentingnya perhatian, pendampingan, dan dukungan psikososial, terutama bagi anak-anak yang hidup dalam keterbatasan dan kondisi keluarga rentan.

Informasi Bantuan

Jika Anda atau orang terdekat sedang mengalami tekanan berat, kesedihan mendalam, atau membutuhkan dukungan kesehatan mental, bantuan tersedia:

  • Fasilitas kesehatan terdekat (Puskesmas atau Rumah Sakit)
  • Call Center Halo Kemenkes 24 jam: 1500-567
  • Aplikasi Sahabatku (dukungan kesehatan mental)
  • SMS/WhatsApp: 0812-8156-2620
  • Email: kontak@kemkes.go.id

Mencari bantuan adalah langkah penting dan berani. Anda tidak sendirian.(æ/red)