Gowa, BeritaTKP.com– Seorang pria lanjut usia bernama Nuntjik Isa S (71) meninggal dunia usai mengantre berjam-jam saat mengurus administrasi perpindahan domisili di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) yang berlokasi di Mal Pelayanan Publik (MPP) Gowa, Sulawesi Selatan, Selasa (3/2/2026) sore.

Peristiwa tragis tersebut bermula ketika Nuntjik mendatangi MPP Gowa sekitar pukul 14.15 WITA bersama anaknya dan seorang staf Kelurahan Bontobontoa, Muhammad Wahyu Satria. Kedatangannya bertujuan mengurus perpindahan domisili dari Kota Makassar ke Kelurahan Bontobontoa, Kecamatan Sombaopu, Kabupaten Gowa.

Sebelum ke MPP Gowa, Nuntjik diketahui telah lebih dulu mengurus sejumlah administrasi di kantor kelurahan. Wahyu mengaku mendampingi korban sejak dari kantor kelurahan hingga seluruh proses administrasi di MPP Gowa selesai.

“Korban datang ke kantor lurah bersama anaknya naik motor untuk mengurus pindah domisili. Saya arahkan dan antar ke sini, bahkan saya temani sampai proses pengurusan selesai,” ujar Wahyu saat ditemui di lokasi kejadian.

Sempat Mengeluh Pusing Sebelum Terjatuh

Setelah menunggu selama beberapa jam, proses administrasi dinyatakan selesai sekitar pukul 16.30 WITA. Namun, kondisi fisik korban tampak menurun. Nuntjik sempat mengeluh pusing dan berniat segera pulang.

Belum sempat meninggalkan area MPP Gowa, korban tiba-tiba terjatuh dan terkapar di area parkiran. Warga yang berada di sekitar lokasi langsung memberikan pertolongan dan membawa korban ke musala MPP Gowa.

Minimnya fasilitas kesehatan di sekitar lokasi membuat korban hanya mendapatkan penanganan seadanya.

“Pas saya mau menyalakan motor untuk pulang, korban ternyata jatuh. Dia di belakang saya. Waktu jatuh masih sempat bergerak, tapi saat dibawa ke musala sudah tidak bergerak,” tutur Wahyu.

Peristiwa tersebut sempat menghebohkan pengunjung dan pegawai di MPP Gowa. Tak lama kemudian, ambulans datang ke lokasi untuk mengevakuasi korban. Berdasarkan keterangan keluarga, korban rencananya akan dibawa ke rumah sakit di Makassar.

“Menurut anaknya, korban mau dibawa ke rumah sakit di Makassar,” tambah Wahyu.

Pelayanan Sempat Dihentikan, Polisi Lakukan Penyelidikan

Aparat kepolisian yang menerima laporan segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta memeriksa sejumlah saksi. Aktivitas pelayanan di MPP Gowa sempat dihentikan sementara.

Kanit II Pamapta Polres Gowa, Ipda S. Rahayu, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan, saat petugas tiba di lokasi, jenazah korban telah lebih dahulu dievakuasi oleh pihak keluarga.

“Kami menerima laporan awal adanya seorang pria lanjut usia yang meninggal dunia saat mengurus perpindahan domisili dari Makassar ke Gowa. Saat kami tiba, jenazah korban sudah dievakuasi oleh keluarganya,” ujar Rahayu saat dikonfirmasi di Mapolres Gowa.

Jenazah korban kemudian dibawa ke rumah duka di Jalan Muhajirin 3, Kelurahan Mallengkeri, Kecamatan Tamalate, Makassar, untuk disemayamkan.

“Kami akan mendatangi rumah duka untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut serta penyelidikan guna memastikan penyebab pasti kematian korban,” kata Rahayu.(æ/red)