Nganjuk, BeritaTKP – Publik berasumsi bila proyek pelebaran disepanjang jalan Wilayah Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk tepatnya yang melintasi kawasan Desa Ngangkatan, Desa Talon dan sekitarnya setelah diperlebar kini jembatan kelihatan kecil tampak sempit, pada tepi salah satu jembatan tanpa adanya pelindung, sangat dikawatirkan bagi kendaraan dari arah barat hendak berjalan ke timur, terutama bagi yang tak biasa faham arus lalu lintas disitu jika waktu malam hari lebih lebih dalam kondisi hujan ( foto : Rabu, 14/1/2026/10’45 ) .
Jembatan Talon arah menuju ke timur diperkirakan apabila diukur jarak pada bagian Utara ( kiri ) 2 meter dan yang Selatan ( kanan ) 1 meter tanpa ada pelindung maupun rambu rambu pengaman apapun, ini patut menjadi sorotan karena tak menutup kemungkinan itu merupakan bahaya, sedang pihak PU sendiri tak mau tahu ” ucap publik ” .

Jalan milik Provinsi yang pengerjaan pengembangannya telah usai dilaksanakan pada bulan Desember kemarin, terlaksana perbaikan secara total sudah rampung dalam tahap itu sehingga kini sudah dapat dipergunakan untuk beroperasi saban harinya oleh para pemakai dan masyarakat dengan nyaman, akan tetapi jika dicermati masih ada sisa sisa pekerjaan yang perlu penyempurnaan serta semestinya masih menjadi tanggungannya yaitu memberikan pengaman jalan di tepi jembatan yang tampak mlongo cukup membahayakan, meskipun itu nampaknya merupakan hal sepele ” imbuhnya ” .
Berdasarkan informasi yang diterima awak media ini dilapangan pada Rabu, 21 Januari 2026 pagi maka jika arus lalu lintas akhir akhir ini di jalur tersebut adalah cukup ramai, banyak pengguna arus kendaraan dari Surabaya melintas Ploso, Jombang lurus terus tembus sampai Guyangan lalu belok kanan yang menuju ke arah Madiun atau ke barat, adapula yang sampai perempatan lampu merah Ngangkatan belok kekiri ( ke selatan ) lanjut tembus Nganjuk kota danĀ begitu sebaliknya, yang katanya guna menghindari keramaian kendaraan berkapasitas besar serta kemacetan perjalanan atau dengan kata lain mempercepat waktu, karena selain tidak sering berhenti disetiap lampu merah juga tak menunggu bila ada KA / Sepur sedang lintas .
Disini ada seorang aktivis yang enggan disebut identitasnya dalam tempo dekat akan segera menginformasikan kepada instansi terkait guna agar segera ada tindakan preventif untuk bersedia payung sebelum hujan, karena itu terasa penting untuk diketahui dan teratasi ” ucapnya ” .( tut )





