
Tebing Tinggi, BeritaTKP.com – Kecelakaan maut terjadi di perlintasan sebidang tanpa palang pintu KM 83+300, petak jalan Stasiun Laut Tador–Stasiun Tebing Tinggi, Sumatera Utara, Rabu (21/1/2026) sekitar pukul 18.24 WIB. Insiden ini melibatkan KA Sribilah Utama relasi Rantau Prapat–Medan dan minibus Toyota Avanza.
Peristiwa bermula saat Avanza BK 1657 ABP melintas di perlintasan liar. Pihak PT KAI Divre I Sumut menyebutkan masinis telah membunyikan suling lokomotif berulang kali sebagai peringatan. Namun, diduga pengemudi kurang waspada dan tidak memperhatikan kondisi kanan-kiri, sehingga tabrakan tak terhindarkan.
Benturan terjadi sangat keras hingga mobil terseret sejauh ±300 meter dari titik tabrakan. Kendaraan mengalami kerusakan parah dan nyaris tak berbentuk.
Akibat kecelakaan tersebut, sembilan penumpang Avanza meninggal dunia. Delapan korban tewas di lokasi kejadian, sementara satu korban sempat dilarikan ke rumah sakit namun akhirnya meninggal dunia.
“Total korban meninggal dunia sebanyak sembilan orang,” ujar Dirlantas Polda Sumut Kombes Pol Firman Darmansyah.
Diketahui, seluruh korban sedang dalam perjalanan menuju Kota Tebing Tinggi untuk mengunjungi keluarga. Polda Sumut memfasilitasi pemulangan seluruh jenazah ke Kota Medan menggunakan ambulans dengan pengawalan kepolisian.
Sementara itu, seluruh kru dan penumpang KA Sribilah Utama dilaporkan selamat. Namun, lokomotif mengalami kerusakan sehingga tidak dapat melanjutkan perjalanan secara mandiri dan harus ditarik lokomotif penolong ke Stasiun Tebing Tinggi. Kereta kembali diberangkatkan pukul 19.56 WIB, mengalami keterlambatan 84 menit.
PT KAI dan kepolisian kembali mengimbau masyarakat agar ekstra waspada saat melintasi jalur kereta api, khususnya di perlintasan tanpa palang pintu, demi mencegah tragedi serupa terulang.(æ/red)





