JABAR, BeritaTKP.com – Tragedi longsor di galian C Gunung Kuda, Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, kembali menorehkan duka mendalam. Tim SAR gabungan berhasil menemukan tiga jenazah lagi pada Jumat pagi (30/5), menambah jumlah korban meninggal menjadi 14 jiwa. Lima dari korban masih dalam proses identifikasi, menurut Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari. Penemuan ini menyisakan pertanyaan besar tentang penyebab longsor yang menelan begitu banyak korban jiwa.
Proses evakuasi yang melibatkan BPBD Kabupaten Cirebon, TNI, Polri, Basarnas, relawan, dan warga setempat, dihentikan sementara pada pukul 17.30 WIB dan akan dilanjutkan keesokan harinya. Selain korban jiwa, tiga ekskavator dan enam truk turut tertimbun longsor, menggambarkan skala bencana yang cukup besar. BNPB mengimbau kewaspadaan terhadap potensi bencana susulan dan meminta warga di sekitar lereng tebing dan pinggir sungai untuk waspada dan melakukan evakuasi mandiri jika terjadi hujan lebat.
Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jabar berhasil mengidentifikasi seluruh korban meninggal. Keempat belas jenazah telah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan. Langkah cepat identifikasi ini menunjukkan kesigapan aparat dalam memberikan kepastian kepada keluarga korban. Namun, di balik kesedihan, misteri penyebab longsor mulai terungkap.
Polda Jawa Barat telah memanggil sejumlah saksi, termasuk pihak pengelola lokasi galian C. Beberapa pasal pidana, termasuk Pasal 359 tentang kecelakaan karena kelalaian dan pasal dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan, tengah dipertimbangkan untuk dikenakan kepada pihak-pihak yang bertanggung jawab. Dugaan kelalaian dalam proses penggalian menjadi fokus utama penyelidikan.
Hasil penyelidikan sementara mengarah pada keterlibatan tiga perusahaan dalam proyek galian C tersebut. Namun, polisi saat ini fokus pada pemeriksaan saksi dan pencarian korban. Beberapa pihak terkait telah ditahan untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Proses hukum akan terus berjalan untuk mengungkap seluruh fakta dan memastikan keadilan bagi para korban.
Tragedi Gunung Kuda menjadi sorotan nasional, menyoroti pentingnya pengawasan dan penerapan standar keselamatan yang ketat dalam kegiatan pertambangan. Kejadian ini diharapkan menjadi pelajaran berharga untuk mencegah tragedi serupa di masa mendatang. Proses hukum yang transparan dan tuntas menjadi tuntutan masyarakat agar keadilan dapat ditegakkan. (æ/red)





