Surabaya, BeritaTKP.com – Tersangka pembunuh adik kandungnya sendiri di Jalan Kunti membuat pengakuan kepada polisi setelah ditangkap. Pelaku yang diketahui bernama Samsul Anwar tersebut mengaku kesal akibat dimarahi ketika meminta uang kepada ibunya sendiri, Kiptiyah.

Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, AKP Arief Ryzki Wicaksana mengatakan usai kejadian dan menerima laporan, pihaknya langsung memburu pelaku. Di hari itu juga, pelaku dibekuk di rumah istrinya di kawasan Pesapen Surabaya. “Setelah terima laporan, kami cek TKP dan langsung mengejar pelaku dan kami amankan di Jalan Pesapen,” ujar dia.

Samsul mengungkap, bahwa tersangka hanya ingin meminta uang Rp. 50.000 kepada ibunya. Namun sang ibu tidak punya, ia lantas kena marah saudara-saudaranya. Hal itu membuatnya gelap mata hingga melakukan penusukan kepada adik kandungnya.

“Saat itu saya minta uang Rp 50.000 tapi gak dikasih, karena tidak punya uang. Itu (uang) rencana buat beli jajan anak saya, saya gak kerja, sering cekcok karena masalah uang. Lalu saya lari ke Pesapen,” tutur pria yang juga pernah ditangkap polisi di tahun 2006 akibat narkoba di Polsek Bubutan itu.

Diberitakan sebelumnya, Samsul Anwar datang meminta uang kepada ibunya saat shalat subuh. Mendengar sang ibu tidak memiliki uang, Samsul tiba-tiba marah hingga terlibat adu mulut bersama saudaranya yang lain.

Ia bahkan memaki sang ibu dengan keras hingga suaranya terdengar sampai ke mushola sebelah rumah ibunya. Korban, Muhammad Faisal (25) yang mendengar teriakan makian tersebut lantas langsung pulang ke rumah usai menunaikan ibadah sholat subuh.

Keduanya sempat terlibat cekcok, hingga kemudian Samsul mengeluarkan sebilah pisau lalu dilayangkan 2 kali di perut mengakibatkan korban hingga meninggal dunia. Tak hanya itu, ia juga menusuk keponakannya (Harianto) sebanyak 1 kali.

Kapolsek Semampir Surabaya, Kompol Nur Suhud mengatakan, kejadian itu berlangsung pada Rabu (28/6/2023) pagi lalu di rumah korban dan pelaku, Jalan Kunti Surabaya. Pasca kejadian, tersangka Samsul langsung melarikan diri. (Din/RED)