Surabaya, BeritaTKP.com – Laporan seorang ayah kepada kepolisian yang mengaku bahwa putranya, mahasiswa Politeknik Pelayaran di Surabaya, berinisial MR (19), meninggal dunia secara tak lazim, sebab ia menduga putranya dijadikan korban penganiayaan.
Setelah putranya resmi dinyatakan tidak bernyawa pada hari Senin (6/2/2023) kemarin, sekitar jam 02.00 WIB dini hari. Apalagi setelah mendengar ada ditemukan sejumlah luka lebam di tubuhnya, Mochamad Yani dipagi harinya langsung melaporkan dugaannya tersebut kepada Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polsek Gununganyar.

“Laporannya tadi pagi. Dengan adanya TKP itu kami terus mendatangi Inafis, pelaksana teknis di bidang identifikasi. Itu diduga penganiayaan,” ujar Kapolsek Gunung Anyar Iptu Roni Ismullah.
“Iya ada laporan polisi di Polsek Gununganyar, terkait dengan dugaan penganiayaan atau pengeroyokan. Yang lapor bapaknya. Namun perkara itu masih diselidiki Satreskrim Polrestabes Surabaya. Administrasi beserta laporan polisi (LP) dan barang bukti kami limpahkan ke sana,” kata Roni.
Kasus yang dilaporkan oleh ayah korban kini tengah diselidiki oleh Tim Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya. “12 sampai 13 orang diperiksa,” kata Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Mirzal Maulana.
Sementara itu, ayah korban yakni Mochamad Yani kepada polisi bahwa anaknya kerap dibully seniornya dan sempat bercerita kepada ibu dan enenknya.
“Ke ibu sama mbahnya, nggak kerasan. Sering dibully, sering ada tindak kekerasan gitu loh. Malah dia bilang, kalau kuat saya teruskan, nggak kuat saya keluar. Kalau tiap libur itu [cerita],” ungkap Yasin pada Senin (6/2/2023) kemarin.
Rencananya, pihak penyidik bersama dengan Labfor akan melakukan ekshumasi di makam anaknya tersebut dan autopsi akan dilakuka hari ini, Selasa (7/2/2023). (Din/RED)





