JAKARTA, BeritaTKP.com – Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Metro Jaya berhasil membongkar jaringan peredaran narkotika dengan modus operandi yang sangat cerdik di wilayah Jakarta Timur. Komplotan ini memanipulasi ruang publik dengan menggunakan stiker jasa pelayanan “Sedot WC” sebagai kode rahasia atau penanda titik penyimpanan paket sabu.

Aksi penyamaran yang digunakan untuk mengelabui petugas ini terendus lewat kejelian personel Unit 1 Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya yang melakukan penyergapan langsung di sebuah rumah kontrakan.

Kronologi Pengintaian dan Penyergapan di Cipayung

Berdasarkan keterangan resmi kepolisian, pengungkapan kasus ini terjadi pada Minggu, 7 Juni 2026, setelah melalui fase penyelidikan taktis sebagai berikut:

  • Penerimaan Informasi Intelijen: Petugas mendapatkan informasi akurat mengenai adanya rencana transaksi narkoba skala besar yang akan digelar di kawasan Cipayung, Jakarta Timur.
  • Pemantauan Perimeter (Surveilans): Tim Unit 1 Subdit 3 bergerak ke lokasi dan melakukan pemantauan melekat di area pemukiman. Petugas berhasil mengidentifikasi pergerakan target yang mencurigakan saat berada di depan sebuah rumah kontrakan.
  • Penggerebekan Kontrakan: Setelah mengunci posisi target, polisi melakukan tindakan represif berupa penggerebekan dan melumpuhkan pelaku tanpa perlawanan.

Manifes Barang Bukti: Sabu dan Bibit Tembakau Sintetis

Dalam prosedur penggeledahan badan dan isi rumah kontrakan tersebut, petugas menemukan aneka ragam jenis narkotika siap edar serta alat produksi ritel.

Kanit 1 Subdit 3 Ditnarkoba Polda Metro Jaya, Ipda Gandi Rezeki Sinaga, memerinci daftar barang bukti yang berhasil disita, meliputi:

  • 1 kantong plastik klip besar berisi sabu dengan berat bruto 102,45 gram.
  • 17 batang sedotan plastik siap edar yang sudah diisi paket sabu.
  • 15 gram narkotika jenis tembakau sintetis.
  • 6 botol cairan bibit kimia sintetis (ganja cair).
  • 2 unit timbangan digital berskala mikro.
  • 2 unit telepon genggam (smartphone) yang digunakan untuk memandu transaksi.
  • Bundel plastik klip kosong untuk mengemas narkotika.

Modus Operandi Kode “Sedot WC” dan Sistem Tempel

Siasat Distribusi Jaringan:

Hasil interogasi mendalam mengungkap bahwa jaringan ini menerapkan strategi distribusi tanpa tatap muka atau dikenal dengan istilah sistem tempel.

Guna memuluskan kurir atau pembeli mengambil barang, tersangka menempelkan stiker iklan “Sedot WC” pada fasilitas umum seperti tiang listrik, tiang telepon, atau pohon di sepanjang jalur protokol wilayah Cipayung. Stiker tersebut sejatinya bukan iklan biasa, melainkan titik koordinat fisik yang menandakan bahwa tepat di bawah atau di sekitar tiang/pohon tersebut telah ditanam atau ditempel paket sabu kemasan sedotan.

Hingga saat ini, tersangka beserta seluruh barang bukti telah diamankan di Markas Polda Metro Jaya. Penyidik masih melakukan interogasi maraton guna memburu bandar besar di atasnya serta memetakan jaringan distribusi ritel komplotan ini di wilayah Jabodetabek.(æ/red)