Lampung, BeritaTKP.com – Kematian seorang wanita yang bekerja di tempat hiburan malam di Kabupaten Tulang Bawang Barat, Lampung, masih menyisakan tanda tanya. Korban berinisial RHT (34) ditemukan meninggal dunia di kamar kontrakannya di Kecamatan Way Kenanga, Kamis malam (1/1/2026).
Korban yang merupakan warga Kabupaten Lampung Selatan itu ditemukan tergeletak di atas tempat tidur dalam kondisi setengah telanjang. Penemuan jasad tersebut pertama kali diketahui oleh pemilik kontrakan setelah korban tidak terlihat beraktivitas sejak siang hari.
Kapolsek Lambu Kibang, Iptu Kasiyono, mengatakan pihak kepolisian telah memeriksa sedikitnya 14 orang saksi, mulai dari pemilik kontrakan, tetangga sekitar, hingga orang-orang yang terakhir berinteraksi dengan korban.
“Kurang lebih ada 14 saksi yang sudah kami periksa untuk membuat terang peristiwa ini,” ujar Kasiyono saat dikonfirmasi, Selasa (6/1/2026).
Hasil pemeriksaan visum luar sementara tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Polisi juga tidak menemukan indikasi kekerasan seksual maupun kehilangan barang berharga milik korban.
“Tidak ditemukan luka mencurigakan, sperma juga tidak ada. Barang-barang korban masih lengkap,” jelas Kasiyono.
Berdasarkan keterangan medis awal, korban diperkirakan telah meninggal dunia sekitar 24 jam sebelum ditemukan. Meski demikian, polisi belum dapat menyimpulkan penyebab pasti kematian korban dan masih terus mendalami kemungkinan adanya unsur pidana.
Kasatreskrim Polres Tulang Bawang Barat, Juherdi Sumandi, menjelaskan kronologi penemuan korban bermula ketika pemilik kontrakan datang ke lokasi untuk menunjukkan kamar kepada calon penyewa baru. Karena korban tidak merespons saat dipanggil, kecurigaan muncul hingga akhirnya pintu kamar dibuka pada malam hari.
“Saat pintu dibuka, korban ditemukan terlentang di atas tempat tidur dalam kondisi kamar gelap dan pintu tidak terkunci,” ungkap Juherdi.
Dari lokasi kejadian, polisi mengamankan sejumlah barang milik korban, di antaranya telepon genggam, pakaian, perhiasan, dompet, charger ponsel, serta beberapa jenis obat-obatan yang kini masih didalami kaitannya dengan kematian korban.
Pihak kepolisian sempat merencanakan autopsi guna memastikan penyebab kematian. Namun rencana tersebut tidak dapat dilakukan karena pihak keluarga menolak autopsi, sehingga jenazah langsung dimakamkan.
Meski demikian, polisi memastikan proses penyelidikan tetap berlanjut untuk mengungkap secara pasti penyebab kematian RHT.(æ/red)





