Jemaah haji Indonesia, Muhammad Firdaus Ahlan, dilaporkan hilang di Makkah dan masih dalam pencarian petugas gabungan.

JAKARTA, BeritaTKP.com — Seorang jemaah haji asal Indonesia, Muhammad Firdaus Ahlan, dilaporkan hilang di Kota Makkah, Arab Saudi. Hingga tujuh hari pencarian, keberadaan Firdaus masih belum ditemukan.

Firdaus terakhir terlihat meninggalkan hotel tempatnya menginap di kawasan Misfalah, Makkah, pada Jumat, 15 Mei 2026, sekitar pukul 09.04 waktu setempat. Dalam rekaman CCTV, Firdaus tampak keluar seorang diri dari pemondokan dan berjalan ke arah kanan.

Sebelum menjauh dari hotel, Firdaus sempat berhenti di depan gedung dan menanyakan arah masjid kepada orang di sekitar lokasi. Setelah itu, ia berjalan meninggalkan area pemondokan dan tidak kembali.

Istri Firdaus, Nafsiah Nawan, mengatakan suaminya selama berada di Makkah lebih banyak beraktivitas di sekitar hotel. Kegiatan hariannya terbatas pada salat, beristirahat, dan sesekali berjalan di sekitar penginapan.

“Pulang, salat, tidur,” ujar Nafsiah saat menceritakan kebiasaan suaminya.

Nafsiah juga menyampaikan bahwa Firdaus memiliki riwayat diabetes serta gangguan saraf yang memengaruhi kemampuan berjalan. Kondisi tersebut membuat langkah Firdaus cenderung lambat dan kurang stabil, terutama ketika berjalan jauh.

Saat terakhir terlihat, Firdaus mengenakan baju koko putih, sarung kotak-kotak hitam, dan sandal jepit. Hilangnya Firdaus baru disadari beberapa jam setelah waktu Asar karena ia tidak kunjung kembali ke kamar.

Keluarga bersama petugas hotel kemudian melakukan pencarian di sekitar penginapan dan area Masjidil Haram. Anak-anak Firdaus yang berada di Indonesia juga dihubungi untuk membantu koordinasi pencarian melalui jaringan keluarga.

Nafsiah mengaku sangat cemas dengan kondisi suaminya. Ia bahkan sempat ingin ikut mencari ke luar hotel, namun dicegah keluarga karena alasan kesehatan dan kekhawatiran tersesat.

“Saya nggak bisa tidur, mikirin dia di mana,” ucap Nafsiah.

Firdaus diketahui tergabung dalam kloter JKG 27 Rombongan 1 dari KBIH Imam Bonjol Jakarta. Ketua Bidang Media Center Haji PPIH Arab Saudi, Ichsan Marsha, menyampaikan bahwa proses pencarian telah dilakukan sejak laporan pertama diterima.

Menurut Ichsan, laporan resmi kehilangan masuk melalui Kanal Kawal Haji pada Sabtu, 16 Mei 2026. Saat meninggalkan hotel, Firdaus disebut tidak membawa kartu identitas.

Petugas gabungan telah menyisir sejumlah titik penting di Makkah, mulai dari kawasan hotel, jalur-jalur utama, area Masjidil Haram, hingga sejumlah fasilitas kesehatan. Tim tambahan dari unsur Perlindungan Jemaah atau Linjam Madinah juga diterjunkan untuk memperluas pencarian.

Selain pencarian lapangan, petugas medis juga mengecek data pasien di rumah sakit sekitar Makkah guna memastikan kemungkinan Firdaus mendapatkan perawatan darurat. PPIH Arab Saudi turut berkoordinasi dengan Kepolisian Arab Saudi dan membuat laporan resmi kehilangan.

“Kami memastikan proses pencarian dilakukan secara serius, menyeluruh, dan terus berlanjut hingga saat ini,” kata Ichsan.(æ/red)